
Oleh: Evi Wulansari, Mahasiswa S1 Keperawatan Fakultas Kesehatan Universitas Samawa
Kesehatan reproduksi adalah suatu keadaan sejahtera secara utuh, tidak hanya sebatas sehat secara fisik, tetapi juga mental dan sosial , tidak semata-mata terbebas dari penyakit dalam semua hal yang berkaitan dengan alat/organ, fungsi, sistem, atau proses reproduksi.
Reproduksi adalah suatu proses kehidupan manusia dalam menghasilkan keturunan demi kelestarian hidup. Reproduksi dapat diartikan sebagai proses kehidupan manusia dalam menghasilkan kembali keturunan. Hanya saja definisi ini terlalu umum, sehingga reproduksi dianggap hanya sebatas masalah seksual atau hubungan intim. Akibatnya, banyak orang tua yang merasa tidak nyaman atau canggung ketika membahas topik ini pada anak remajanya. Padahal, pada remaja kesehatan reproduksi meliputi sistem, fungsi, dan proses reproduksi.
Kesehatan reproduksi perlu diberikan kepada remaja. Hal ini diperkuat dengan penelitian SDKI-R tahun 2007 yang dilakukan pada remaja laki-laki dan perempuan, didapatkan hanya 29% remaja perempuan dan 32% remaja laki-laki yang memiliki pengetahuan benar tentang masa subur seorang perempuan dan pengetahuan tentang anemia sebesar 14% pada remaja laki-laki maupun perempuan, serta pengetahuan remaja dalam mencegahan penularan HIV/AIDS masih rendah yaitu tidak berhubungan seks (14% remaja wanita dan 95% remaja pria), menggunakan kondom (18% remaja perempuan dan 25% remaja laki-laki), tidak berganti-ganti pasangan (11% remaja perempuan dan 85% remaja laki-laki) (BKKBN, 2011).
Masa remaja diawali dengan pertumbuhan yang sangat cepat dan biasanya disebut pubertas. Dengan adannya perubahan yang cepat itu terjadilah perubahan fisik yang dapat diamati seperti pertumbuhan tinggi dab berat badan yang biasa disebut pertumbuhan,dan kematangan seksual sebagai hasil perubahan hormon. Masa remaja merupakan salah satu dari periode perkembangan manusia. Masa ini merupakan masa perubahan atau peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa yang meliputi perubahan biologis,psikologis,dan sosial. Usia remaja biasanya dimulai pada usia 10-13 tahun dan berakhir pada usia 18-22 tahun.
Menurut WHO remaja merupakan individu yang sedang mengalami masa peralihan yang secara berangsur-angsur,mencapai kematangan seksual,mengalami perubahan jiwa dari jiwa anak – anak menjadi dewasa,dan mengalami perubahan keadaan ekonomi dari ketergantungan menjadi relative mandiri. Ada dua aspek pokok dalam perubahan pada remaja,yakni perubahan fisik atau biologis dan perubahan psikologis.
Edukasi yang berkaitan dengan reproduksi kurang didapatkan remaja, situasi ini dapat memicu terjadinya peristiwa yang tidak diinginkan. Salah satu masalah yang sering terjadi akibat kurangnya sosialisasi dan edukasi tentang kesehatan reproduksi remaja adalah terjadinya penyakit seksual menular, kehamilan di usia muda, hingga aborsi yang berakibat pada hilangnya nyawa remaja. Peran orangtua sangat penting dalam mengedukasi kesehatan reproduksi ataupun seksual pada remaja. Terutama melihat hingga saat ini masih belum banyak orang yang peduli terhadap risiko-risiko yang dapat menyerang remaja “salah pergaulan” ini. Ancaman yang mengintai berupa HIV/AIDS, angka kematian ibu yang meningkat akibat melahirkan di usia muda, hingga kematian remaja perempuan karena nekat melakukan aborsi.
Remaja perlu pahami kesehatan reproduksi karena pemahaman mengenai kesehatan reproduksi sangat penting agar remaja bisa mempersiapkan dirinya lebih baik dalam memasuki kehidupan berkeluarga. Oleh sebab itu diharapkan remaja bisa mengatur fungsi dan proses reproduksinya serta bisa lebih bijak dalam membangun perilaku seksual yang bertanggung jawab.
Pemahaman remaja akan kesehatan reproduksi menjadi bekel remaja dalam berperilaku sehat dan bertanggung jawab, namun tidak semua remaja memperoleh informasi yang cukup dan benar tentang kesehatan reproduksi. Keterbatasan pengetahuan dan pemahaman ini dapat membawa remaja kearah perilaku beresiko. Dalam hal inilah bagi para ahli dalam bidang ini memandang perlu akan adanya pengertian, bimbingan dan dukungan dari lingkungan di sekitarnya agar dalam sistem perubahan tersebut terjadi pertumbuhan dan perkembangan yang sehat sedemikian rupa sehingga kelak remaja menjadi manusia dewasa yang sehat secara jasmani, rohani, dan sosial.
Kesehatan reproduksi remaja (KRR) secara umum didefinisikan sebagai kondisi sehat dari sistem, fungsi, dan proses alat reproduksi yang dimiliki oleh remaja, yaitu laki-laki dan wanita usia 10-24 tahun.
Tiga hal yang menjadikan masa remaja penting sekali bagi kesehatan reproduksi adalah sebagai berikut:
- Masa remaja (usia 10-19 tahun) merupakan masa yang khusus dan penting karena merupakan periode pematangan organ reproduksi manusia dan sering disebut masa puberta 2. Masa remaja terjadi perubahan fisik (organobiologis) secara cepat yang tidak seimbang dengan perubahan kejiwaan (mental-emosional). Perubahan yang cukup besar ini dapat membingungkan remaja yang mengalaminya, karena itu perlu pengertian bimbingan, dan dukungan lingkungan di sekitarnya. agar mereka dapat tumbuh dan berkembang menjadi manusia dewasa yang sehat, baik jasmani, mental, maupun psikososial.
- Dalam lingkungan sosial tertentu, sering terjadi perbedaan perlakuan terhadap remaja laki-laki dan wanita Bagi laki-laki, masa remaja merupakan saat diperolehnya kebebasan, sedangkan untuk remaja wanita merupakan saat dimulainya segala bentuk pembatasan (pada zaman dulu gadis mulai dipingit ketika mereka mulai mengalami menstruasi).
Kesehatan reproduksi remaja sulit dipisahkan dari kesehatan remaja secara keseluruhan, karena gangguan kesehatan remaja akan menimbulkan gangguan pula pada sistem reproduksi.
Berikut adalah beberapa keadaan yang berpengaruh buruk terhadap kesehatan remaja termasuk kesehatan reproduksi remaja.
Menjaga kesehatan reproduksi adalah hal yang sangat penting terutama bagi para remaja.
Karena pada masa remaja adalah waktu terbaik untuk membangun kebiasaan baik terutama dalam menjaga kebersihan yang menjadi aset sangat penting dalam jangka panjang khususnya remaja putri.Pengetahuan masalah reproduksi tidak hanya wajib bagi remaja putri saja tetapi juga bagi remaja laki-laki juga harus mengetahui dan mengerti cara hidup dengan reproduksi yang sehat agar tidak terjerumus ke pergaulan yang salah yang merugikan bagi remaja. Menjaga kesehatan reproduksi agar lebih sehat yaitu dengan menerapkan pola makan sehat, olahraga serta dengan mengkonsumsi vitamin dan suplemen.