Sumbawa Besar, Fokus NTB – Penganugerahan gelar adat kebangsawanan merupakan tradisi turun- temurun yang telah ada pada masa Kesultanan Sumbawa. Di masa lalu, pemberian gelar adat kebangsawanan merupakan bentuk identifikasi yang dilekatkan oleh institusi adat kepada para keturunan Sultan Sumbawa dan sebagai
wujud pengakuan keturunan dalam silsilah. Gelar adat kebangsawanan ini memiliki makna tersendiri
bagi masyarakat sehingga dalam pelaksanaannya harus melalui upacara atau ritual adat. Di masa kini,
pemberian gelar adat kebangsawanan di Kesultanan Sumbawa merupakan wujud penghormatan
terhadap tradisi budaya leluhur yang telah dilaksanakan turun-temurun dan perlu dilestarikan sebagai
bentuk penguatan identitas.
Pada tanggal 16 – 17 Februari 2023, bertempat di Istana Bala Kuning, Majelis Adat Kesultanan
Sumbawa yang dipimpin langsung (ex officio) oleh Sultan Sumbawa XVIII, Dewa Masmawa Sultan
Muhammad Kaharuddin IV, membentuk panitia khusus dalam menyelenggarakan Upacara
Penganugerahan Gelar Adat Kebangsawanan bagi puteri, menantu, dan cucu beliau yang dipusatkan
di Istana Bala Kuning. Adapun nama-nama puteri, menantu dan cucu beliau yang dianugerahi gelar
adat tersebut adalah: 1. Daeng Nadya Indriana Hanoum (puteri pertama); 2. Daeng Sarojini Naidu
(puteri kedua); 3. Raden Ali Permadiono Sumedi (menantu, suami dari no.1); 4. Sentot Agus Priyanto
(menantu, suami dari no.2); 5. Nadine Kemalasari Sumedi (cucu dari puteri ke-1); 6. Raihan OmarHasani Priyanto (cucu dari puteri ke-2); 7. Raindra Saadya Ramadhan Priyanto (cucu dari puteri ke-2);
dan 8. Rayaka Ali Kareem Priyanto (cucu dari puteri ke-2).
Berikut ini adalah rangkaian prosesi atau ritual yang dilakukan dalam Upacara Penganugerahan Gelar
Adat Kebangsawanan tersebut:
1. Ete Ai Kadewa yaitu prosesi pengambilan air di empat sumber mata air yang sakral bagi
keturunan Sultan Sumbawa yaitu: Ai Awak, Ai Sumer Bater, Ai Tungkup, dan Ai Panemung.
Keempat sumber mata air ini memiliki makna tersendiri yaitu Ai Awak menyimbolkan hakekat
diri, hati, dan jiwa yang menjadi semangat dalam hidup Sultan; Ai Sumer Bater bermakna
perjuangan dan kerja keras dalam rangka mencapai kemakmuran dalam hidup; Ai Tungkup
adalah simbol penghargaan yang diberikan oleh Sultan kepada hasil kerja keras siapapun yang
dengan tulus melakukan paboat aji; sedangkan Ai Panemung yakni bertemuanya air sungai
dan air laut di muara sungai (Boa Berang) Samawa. Ketiga sumber Ai Kadewa lainnya juga
turut mengalir ke laut dari muara sungai ini. Ai panemung melambangkan pamendi (empati)
seorang pimpinan dan lahirnya panyadu (kepercayaan) dari rakyat yg dipimpin. Keempat air
ini kemudian di-tarak atau disucikan semalam dengan ikhitar doa agar keesokan paginya dapat
digunakan untuk prosesi Basiram dan Jeruk Ai Oram.
2. Basiram adalah ritual adat bersuci (taharah) yakni prosesi menyucikan diri lahir batin sebelum
menerima amanat, tugas, dan tanggung jawab yang diembankan padanya. Dalam upacara ini,
prosesi Basiram khusus dijalani oleh cucu lelaki tertua dari Sultan Muhammad Kaharuddin IV
yaitu Raihan Omar Hasani Priyanto. Tahapan dalam prosesi Basiram adalah sebagai berikut:
a. Sateri Ai Mula atau menuangkan air untuk pertama kalinya dengan menggunakan Ai
Kadewa yang sudah didiamkan dan diikhtiarkan semalaman. Sateri Ai Mula ini
dilakukan oleh PYM. Sultan Muhammad Kaharuddin IV.
b. Sateri Ai Pasiram oleh 7 (tujuh) perempuan pinisepuh yang merupakan saudara
terdekat Sultan yaitu sepupu satu kali PYM. Sultan Muhammad Kaharuddin IV yang
berarti pula bahwa ke-7 perempuan pinisepuh ini adalah cucu dari Sultan Muhammad
Djalaluddin III yaitu Siti Mutmaennah Daeng Maningratu (Daeng Aning), Hj. Lala Siti
Fatimah, Lala Tampawan LK, Lala Siti Hafifah, Hj. Lala Siti Rachmah, Daeng Sri
Majenah (Daeng Nun), dan Lala Habira.
c. Sateri Ai Kasuda atau menuangkan air terakhir sekaligus sebagai penutup prosesi
Basiram ini dilakukan oleh Dea Guru Syukri Rahmat, S.Ag., selaku ketua Dewan
Syara’ Majelis Adat LATS.
3. Penganugerahan Gelar Adat Kebangsawanan adalah pemberian gelar bagi puteri, menantu,
dan cucu PYM. Sultan Muhammad Kaharuddin IV yang dilaksanakan pada malam harinya.
Acara inti atau acara puncak dari Upacara Pemberian Gelar Adat Kebangsawanan ini diisi
dengan pembacaaan Surat Keputusan (SK) Sultan Sumbawa No.03/SULTAN-SBW/1444-2023 tentang Penganugerahan Gelar Adat Kebangsawanan Kepada Puteri, Menantu, dan
Cucu Dewa Masmawa Sultan Muhammad Kaharuddin IV yang dilanjutkan dengan pemberian
sertifikat yang bertuliskan Gelar Adat Kebangsawanan yang diberikan.
Berikut daftar nama dan gelar adat kebangsawanan yang dianugerahkan PYM. Sultan
Muhammad Kaharuddin IV untuk puteri, menantu, dan cucu beliau:
NO | NAMA | GELAR |
1 | Daeng Nadya Indriana Hanoum | Daeng Risompa Datu Intan Ratu |
2 | Raden Ali Permadiono Sumedi | Daeng Anggawasita Datu Batara Langi |
3 | Daeng Sarojini Naidu | Daeng Masugi Ratu Datu Batari Toja |
4 | Sentot Agus Priyanto | Daeng Manassa Datu Patarai |
5 | Nadine Kemalasari Sumedi | Daeng Masrilangi |
6 | Raihan Omar Hasani Priyanto | Daeng Mas Madinah Datu Raja Muda |
7 | Raindra Saadya Ramadhan Priyanto | Daeng Massir |
8 | Rayaka Ali Kareem Priyanto | Daeng Manyurang |
4. Jeruk Ai Oram yaitu prosesi menyucikan diri lahir batin setelah menerima amanat, tugas, dan
tanggung jawab yang diembankan padanya. Setelah acara penganugerahan gelar adat
kebangsawanan, dilakukan prosesi Jeruk Ai Oram oleh tujuh perempuan pinisepuh Kesultanan
Sumbawa dengan cara membasuh bagian muka, lengan, dan lutut para keturunan yang telah
dianugerahi gelar adat sambil memanjatkan do’a di dalam hati mengharapkan kehadirat Allah
SWT yang bertujuan untuk memberkati para keturunan ini dengan harapan agar mereka dapat
memperkuat dan melanjutkan Kesultanan Sumbawa di masa kini dan mendatang. Rangkaian
acara Jeruk Ai Oram ini dilanjutkan dengan pembacaan doa mengharapkan rahmat dan
hidayah dari Allah SWT.
Dengan berakhirnya pembacaan doa, maka rangkaian acara dari Penganugerahan Gelar Adat
Kebangsawanan kepada puteri, menantu, dan cucu PYM. Sultan Muhammad Kaharuddin IV telah
tuntas dilaksanakan. Turut hadir dalam acara tersebut sekaligus menyaksikan momen yang sangat
bersejarah ini antara lain: Sekretaris Daerah (SEKDA) Kabupaten Sumbawa mewakili BUPATI
Sumbawa; Pariwa Adat LATS: Muhammad Yakub Daeng Kusuma Dewa, Ir. H. Iskandar D, M.Ec.Dev,
dak KH. Lalu Zulkifli Muhadli, M.M.; Wkil Bupati KSB, Forkopminda, Keluarga dekat PYM. Sultan
Muhammadi Kaharuddin IV, dan sejumlah pengurus LATS.