Ekonomi Bisnis

SP Sumbawa Gelar Festival Pangan Lokal, Hadiatul Hasana Ajak Masyarakat dan Pemerintah Lestarikan Warisan Leluhur

Sumbawa, Fokus NTB – Eksekutif Komunitas Solidaritas Perempuan Sumbawa menggelar acara Festival Pangan Lokal pada, Kamis (26/10), di Lapangan Dusun Brang Pelat Desa Pelat Kecamatan Unter Iwes Kabupaten Sumbawa.

Menurut Ketua Badan Eksekutif Solidaritas Perempuan (SP) Sumbawa Hadiatul Hasana, SP Sumbawa merupakan salah satu dari 12 Komunitas/Cabang SP yang  berkedudukan di Kabupaten Sumbawa sejak 2008, dan konsisten memperjuangkan dan menciptakan perubahan tatanan sosial yang lebih adil dan demokratis bagi perempuan. 

“Dalam upaya mewujudkan hal tersebut dilakukan dengan mengembangkan berbagai strategi memperkuat posisi politik perempuan mendapatkan akses dan kontrol atas pengambilan keputusan yang bermanfaat bagi perempuan dan keluarganya,” ucapnya, Rabu (26/10).

Lanjutnya, SP Sumbawa secara konsisten memperjuangkan hak-hak perempuan dan keadilan gender dalam berbagai ranah, salah satunya pada konteks kedaulatan perempuan atas pangan. 

“Dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia yang jatuh pada setiap tanggal 16 Oktober, kami SP Sumbawa bersama Kelompok Perempuan Petani Saling Sakiki mengadakan acara tahunan yaitu Festival Pangan Lokal “Pangan Lokal Menyelamatkan Kehidupan” guna menggalang dukungan publik serta lembaga/institusi terkait inisiatif perjuangan perempuan dalam mempertahankan dan melestarikan pangan lokal Sumbawa,” jelasnya.

M. Hamdan, selaku Ketua Panitia Festival Pangan Lokal ke 6 mengucapkan terimakasih kepada SP Sumbawa karena terus konsisten bersama perempuan-perempuan petani Desa Pelat.

“Memperjuangkan dan mempertahankan pangan lokal yang terus dirayakan secara berturut-turut sejak tahun 2018 melalui Festival Pangan Lokal,” ucap Hamdan.

Hamdan juga menyampaikan bahwa tujuan kegiatan tersebut yaitu mengajak masyarakat dan Pemerintah untuk  mempertahankan dan melestarikan benih serta pangan lokal Sumbawa sebagai warisan nenek moyang (leluhur) kita tau tana Samawa yang hampir punah bahkan jarang kita temui,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Hamdan, benih-benih yang kita miliki saat ini dapat kita kembangkan sehingga generasi-generasi muda dan generasi penerus kita tetap dapat menikmati pangan lokal.

Kegiatan Festival Pangan merupakan program SP Sumbawa melalui kelompok binaan yaitu kelompok Saling Sakiki yang berdiri sejak tahun 2016 di desa Pelat dan didukung oleh pemerintah desa Pelat dan seluruh lapisan masyarakat.

SP Sumbawa berharap agar pemerintah desa Pelat menjadikan program ini menjadi program tahunan.

“Selain itu, kami berharap kepada pemerintah dalam hal ini Diskoprindag juga membantu dalam hal mempromosikan dan mendistribusikan produk-produk hasil dari kelompok Saling Sakiki, dalam hal ini juga, untuk meningkatkan kapasitas kelompok salalu dilibatkan di dalam diklat-diklat yang diselenggarakan,” ungkap Atul, Ketua SP Sumbawa.

Masih Atul, ia berharap DPRD Sumbawa dan Bupati Sumbawa beserta seluruh jajarannya juga dapat mendukung penuh dan menjadikan produk wajib seperti kerupuk ketabang (Kerupuk Ubi) khas desa Pelat yang menjadi pangan wajib di konsumsi dalam berbagai acara/kegiatan/pertemuan/rapat yang diselenggarakan oleh Pemerintah.

“Sehingga hal ini dapat mendukung kesejahteraan dan meningkatkan perekonomian petani Desa Pelat dan kedepannya kami berharap seluruh lapisan pemerintah dapat mendukung penuh acara Festival Pangan Lokal di tahun mendatang,” tutupnya.

Related Articles

Back to top button