EdukasiOpini

Analisis Teknik Penulisan Naskah Berita Hard News dalam Menyampaikan Informasi Kesiapsiagaan Publik di RSUD Sumbawa

1. PENDAHULUANA.

Latar BelakangMomentum natal dan tahun baru (Nataru) merupakn priode libur panjang yang secara keseluruhan banyak di ikuti oleh mobilitas masyarakat. Di daerah Sumbawa, hal seperti ini tidak hanya berdampak pada lingkup ekonomi dan transportasi, tetapi juga memberikan tanggung jawab tambahan kepada lingkup pelayanan kesehatan. Peningkatan risiko kecelakaan lalu lintas serta potensi gangguan kesehatan akibat liburan menempatkan rumah sakit pada posisi yang krusial.Pelayanan kesehatan yang optimal di masa libur panjang merupakan amanat dari standar pelayanan publik. RSUD Sumbawa, sebagai salah satu institusi kesehatan di Sumbawa, di hadapkan dengan tantangan untuk menjaga stabilitas layanan di tengah keterbatasan operasional hari libur. Menyiagakan Instansi Gawat Darurat (IGD) selama 24 jam penuh merupakan strategi manajemen yang menarik untuk di kaji.Saat masa libur Nataru, masyarakat membutuhkan kepastian informasi mengenai layanan esensial seperti kesehatan. Oleh karena itu, teknik penulisan Hard News yang lugas menjadi sangat krusial agar pesan kesiapsiagaan RSUD Sumbawa tersampaikan dengan akurat tanpa menimbulkan distorsi informasi.

B. Rumusan Masalah

1. Bagaimana penerapan teknik piramida terbalik dalam naskah berita kesiapsiagaan RSUD Sumbawa?

2. Bagaimana penggunaan unsur 5W+1H dan pemilihan narasumber memperkuat kredibilitas naskah berita tersebut?

C. Tujuan

1. Untuk mendeskripsikan penerapan struktur naskah Hard News pada berita layanan publik.

2. Untuk menganalisis teknik pemilihan kata (diksi) dan data yang digunakan dalam meyakinkan khalayak mengenai kesiapan RSUD.

2. TEORI

A. Teori Piramida Terbalik (The Inverted Pyramida)

Dalam penulisan naskah berita hard news, struktur piramida terbalik adalah fondasi utama. Teori ini menempatkan fakta yang paling penting 5W+1H di bagian atas Lead, diikuti oleh informasi pendukung di bagian bawah. Teori ini digunakan untuk memastikan masyarakat Sumbawa langsung mendapatkan informasi inti tentang “IGD 24 Jam” di kalimat pertama tanpa harus membaca seluruh teks.Dalam berita RSUD ini, menekankan nilai berita yang dominan seperti; Timeliness terkait momen Nataru, Impact, dan Kedekatan.

B. Teori Information Certainty (Kepastian Informasi)Informasi yang jelas dan akurat berfungsi untuk mengurangi kecemasan masyarakat (Uncertainty Reduction Theory). Penggunaan angka spesifik pada berita seperti, 710 personel dan stok obat 3 bulan dalam berita bukan hanya hiasan, melainkan cara komunikasi untuk memberikan kepastian dan ketenangan kepada publik.Berdasarkan elemen jurnalistik Bill Kovach, inti dari jurnalistik adalah disiplin verifikasi. Penggunaan narasumber Direktur RSUD sebagai sumber penerapan verifikasi untuk kebenaran berita yang dibuat.

C. Metode Penulisan

1. Pendekatan PenulisanKarya Ilmiah ini, penulis menggunakan pendekatan Kualitatif partisipatif, penulis jadi instrumen utama; tekniknya sering berupa observasi partisipatif, wawancara mendalam, diskusi kelompok, catatan lapangan reflektif; analisisnya kontekstual, tidak buru-buru menggeneralisasi. Validitasnya bukan soal angka besar, tapi soal ketekunan, keterlibatan, dan kejujuran reflektif.

2. Objek Analisis

Objek yang dianalisis adalah naskah berita berjudul “RSUD Sumbawa Tetap Siaga, Pelayanan IGD Berjalan 24 Jam Selama Nataru”. Naskah ini merupakan produk penulisan jurnalistik jenis Hard News.

3. Teknik Pengumpulan Data

Data dalam tulisan ini bersumber dari

a. Data Primer yang dimna naskah berita yang disusun berdasarkan hasil wawancara dengan narasumber yaitu Direktur RSUD Sumbawa dan observasi situasi menjelang libur Nataru.

b. Data Sekunder Studi pustaka melalui buku teks penulisan naskah, jurnal komunikasi, dan prinsip-prinsip dasar jurnalistik.

4. Teknik Analisis DataProses analisis dilakukan dengan mengidentifikasi struktur, menggunakan unsur 5W+1 H.

3. PEMBAHASANA.

Analisis Struktur Naskah Penerapan Piramida TerbalikDalam naskah berita mengenai RSUD Sumbawa, struktur yang digunakan adalah Piramida Terbalik. Dalam penulisan naskah hard news ini digunakan sebagai standar penulisan karena mendahulukan informasi yang paling penting untuk diketahui publik.

1. Bagian Lead (Kepala Berita,)

“RSUD Sumbawa memastikan seluruh layanan kesehatan tetap berjalan optimal selama perayaan Natal 2025 hingga Tahun Baru 2026. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan kesiapsiagaan pelayanan, khususnya Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang tetap beroperasi selama 24 jam.

“Dalam paragraf pembuka ini, naskah ini sudah menjawab unsur who, What, Where, When, dan How. Dalam penulisan naskah, lead ini berfungsi sebagai ringkasan Lead yang bertujuan memberikan kepastian informasi kepada warga dalam waktu singkat.

2. Bagian Body (Tubuh Berita)

“Direktur RSUD Sumbawa, dr. Mega Harta, MPH, mengatakan bahwa RSUD Sumbawa telah menyiagakan sebanyak 710 personel.”Paragraf kedua dan seterusnya berfungsi sebagai penjelasan detail menjelaskan kutipan langsung dari Direktur RSUD memberikan aspek otoritas dan validitas pada naskah. Narasumber disini memiliki kompeten di bagian tubuh berita berfungsi untuk memperkuat kepercayaan khalayak.

3. Bagian Tail (Ekor Berita)

“Selain kesiapan sumber daya manusia, dr. Mega juga memastikan ketersediaan obat-obatan dalam kondisi aman hingga tiga bulan ke depan.”Informasi mengenai stok obat diletakkan di bagian akhir karena sifatnya informasi pendukung. Jika ruang atau durasi naskah harus dipotong dalam konteks editing naskah, penghapusan tidak akan menghilangkan inti berita utama tentang kesiapan IGD 24 jam.

B. Unsur Kelengkapan Naskah 5W+1H Pada analisis naskah, untuk memenuhi standar kelengkapan berita menggunakan unsur 5W+1H, seperti :

• What (Apa): Kesiapsiagaan pelayanan IGD 24 jam.

• Who (Siapa): Manajemen RSUD Sumbawa dan dr. Mega Harta.

• Where (Di mana): Kabupaten Sumbawa.

• When (Kapan): Masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

•Why (Mengapa): Untuk mengantisipasi potensi lonjakan pasien dan kecelakaan selama libur panjang.

•How (Bagaimana): Penambahan tenaga perawat dan sistem pembagian shift bagi 710 personel.

Penyusunan naskah yang lengkap dengan unsur 5W+1H ini sangat penting dalam penulisan naskah karena berfungsi untuk meminimalisir ketidakpastian informasi. Dengan naskah yang jelas, risiko terjadinya spekulasi atau kepanikan masyarakat di media sosial mengenai tutupnya layanan rumah sakit saat libur dapat diredam.

C. Analisis Diksi dan Gaya Bahasa

Berita berjudul “RSUD Sumbawa Tetap Siaga, Pelayanan IGD Berjalan 24 Jam Selama Nataru” menggunakan bahasa jurnalistik yang bersifat informatif, lugas, dan objektif. Bahasa yang digunakan bertujuan menyampaikan fakta secara jelas kepada pembaca tanpa melibatkan opini atau emosi penulis. Hal ini sejalan dengan fungsi utama berita sebagai penyampai informasi aktual kepada publik.

Secara kebahasaan, teks berita ini didominasi oleh penggunaan bahasa denotatif, yakni kata-kata yang bermakna langsung dan tidak bersifat kiasan, seperti pada frasa “pelayanan IGD tetap buka selama 24 jam” dan “menyiagakan sebanyak 710 personel”. Sebagian besar berupa kalimat deklaratif yang berfungsi untuk memberikan pernyataan dan penjelasan, sehingga karakter berita yang kuat dan informatif. Selain itu, pemilihan diksi yang formal dan baku, ditandai dengan penggunaan istilah seperti kesiapsiagaan, kegawatdaruratan, mengantisipasi, dan ketersediaan, yang lazim digunakan dalam penulisan media massa resmi.

Gaya bahasa objektif juga terlihat dari kutipan langsung narasumber, yakni Direktur RSUD Sumbawa, yang dapat memperkuat kredibilitas informasi serta menghindari subjektivitas penulis. Penulis tidak menambahkan penilaian pribadi atau kata-kata persuasif, melainkan menyajikan informasi berdasarkan fakta dan pernyataan resmi. Dari struktur, berita ini disusun dengan pola piramida terbalik, dimulai dari informasi paling penting di bagian awal, diikuti dengan penjelasan dan data pendukung di bagian tengah, serta informasi pada bagian akhir.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa berita tersebut menggunakan gaya bahasa jurnalistik yang efektif, informatif, dan objektif. Karakteristik tersebut menjadikan berita ini sesuai untuk dikaji dalam karya ilmiah, khususnya dalam analisis bahasa jurnalistik atau kajian wacana media.

4. KESIMPULAN

Berdasarkan hasil analisis terhadap naskah berita berjudul “RSUD Sumbawa Tetap Siaga, Pelayanan IGD Berjalan 24 Jam Selama Nataru”, dapat disimpulkan bahwa teknik penulisan hard news yang digunakan telah sesuai dengan kaidah jurnalistik. Penerapan struktur piramida terbalik melalui penempatan informasi terpenting pada bagian lead, yang kemudian diikuti oleh informasi pada bagian body dan tail. Ini memungkinkan unruk memperoleh inti informasi secara cepat dan efektif.

Kelengkapan unsur 5W+1H dalam naskah berita turut memperkuat kejelasan dan kepastian informasi bagi masyarakat. Unsur siapa, apa, di mana, kapan, mengapa, dan bagaimana disajikan secara utuh, sehingga meminimalisir ketidakpastian publik terkait pelayanan kesehatan selama masa libur Natal dan Tahun Baru. Pemilihan narasumber yang kompeten, yakni Direktur RSUD Sumbawa, memberikan nilai kredibilitas dan legitimasi terhadap informasi yang disampaikan.

Dari segi kebahasaan, berita ini menggunakan diksi yang lugas, formal, dan denotatif dengan gaya bahasa objektif khas jurnalistik. Penggunaan data faktual, seperti jumlah personel dan ketersediaan stok obat, berfungsi sebagai bentuk kepastian informasi yang dapat menumbuhkan rasa aman dan kepercayaan masyarakat. Dengan demikian, naskah berita tersebut tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi tetapi juga sebagai sarana komunikasi publik yang efektif dalam situasi strategis.

Secara keseluruhan, berita mengenai kesiapsiagaan RSUD Sumbawa selama Nataru telah memenuhi prinsip-prinsip penulisan hard news yang baik, baik dari segi struktur, kelengkapan unsur berita, pemilihan narasumber, maupun penggunaan bahasa jurnalistik.

Related Articles

Back to top button