BisnisEdukasi

Kreatif! Tim KKN PMD Universitas Mataram Desa Labuhan Pandan Olah Kedebong dan Jantung Pisang Jadi Produk Pangan

Lombok Timur, Fokus NTB – Tim Kuliah Kerja Nyata Pemberdayaan Masyarakat Desa (KKN-PMD) Universitas Mataram (UNRAM) melaksanakan program kerja utama berupa pengolahan kedebong pisang menjadi keripik dan jantung pisang menjadi dendeng.

Kegiatan ini bertujuan memanfaatkan potensi bahan lokal yang selama ini kurang dimaksimalkan. Pohon pisang tumbuh melimpah di kebun warga, namun bagian kedebong dan jantung pisangnya kerap dianggap limbah dan jarang diolah menjadi bahan pangan.

Pelaksanaan kegiatan pada Kamis (22/1/2026) langsung difokuskan pada proses pengolahan. Seluruh bahan baku berupa kedebong dan jantung pisang telah disiapkan oleh tim KKN sebelum hari pelaksanaan, sehingga kegiatan dapat berjalan efektif.Proses pengolahan dilakukan bersama oleh seluruh anggota tim KKN di rumah Kepala Dusun Pulur, Bapak Suarjo.

Proses pengolahan keripik kedebong dilakukan dengan membersihkan, mengiris tipis, merendam untuk mengurangi getah, lalu menggoreng hingga renyah. Sementara itu, jantung pisang direbus terlebih dahulu untuk menghilangkan rasa pahit, kemudian disuwir, dibumbui, dan digoreng hingga kering menyerupai dendeng.

Warga sekitar turut hadir menyaksikan proses pembuatan dan mencicipi hasil olahan. Respons warga sangat positif, terutama karena bahan yang digunakan mudah diperoleh dan cara pengolahannya relatif sederhana. Beberapa warga juga menyampaikan ketertarikan untuk mencoba membuatnya secara mandiri.

Ketua tim KKN UNRAM Labuhan Pandan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan program kerja utama yang tidak hanya berorientasi pada hasil produk, tetapi juga pada edukasi pemanfaatan sumber daya desa. Diharapkan, kegiatan ini dapat mendorong munculnya inovasi pangan lokal serta peluang usaha rumahan berbasis bahan yang tersedia di sekitar desa.

Melalui program ini, Tim KKN UNRAM berupaya menunjukkan bahwa potensi desa dapat dikembangkan melalui pengolahan sederhana yang bernilai guna dan berkelanjutan.

Related Articles

Back to top button