Edukasi

Lawan Pernikahan Dini, Mahasiswa KKN Unram Gaungkan Semangat “Dendeq Merariq Kodeq” di Desa Selebung Ketangga

Lombok Timur, Fokus NTB – Mengangkat kearifan lokal Sasak, “Dendeq Merariq Kodeq” (Jangan Menikah Dini), mahasiswa KKN PMD Universitas Mataram (Unram) secara gencar menggelar kampanye pencegahan pernikahan dini di Desa Selebung Ketangga. Kali ini menyasar generasi muda di bangku sekolah, tim KKN memilih MA Palapa Nusantara sebagai mitra, sosialisasi dilaksanakan pada Kamis (12/1/2026). Kegiatan ini menjadi istimewa, dengan kehadiran dua pemateri berwewenang dari Kantor Urusan Agama (KUA) kecamatan Keruak, yang memberikan penjelasan mendalam dari sudut pandang agama Islam dan regulasi perundang-undangan perkawinan.

Inisiatif ini diambil untuk memberikan pemahaman yang menyeluruh kepada para pelajar, sebab pelajar merupakan kelompok paling rentan terjadinya pernikahan di usia dini. Dengan menggandeng KUA, tim KKN ingin memberikan perspektif baru mengenai pernikahan dini dengan tetap berlandaskan agama, sebab selama ini isu sosial pernikahan dini selalu dilanggengkan dengan ungkapan “Mending menikah dini daripada terjerat zina”.

“Sosialisasi tentang pernikahan dini  yang diadakan di MAPN ini kami laksanakan sebagai salah satu bentuk kepedulian terhadap masa depan generasi muda. Melalui kegiatan ini, saya sangat mengharapkan anak anak di MAPN dapat tercerahkan tentang pernikahan yang bukan hanya soal  cinta, tetapi juga kesiapan mental, pendidikan, dan tanggung jawab lainnya,” jelas Alfian Rido selaku ketua KKN PMD Unram Desa Selebung Ketangga.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan lima puluhan siswa yang antusias mendengarkan. Kedua pemateri dari KUA, Marzuki, S.ag., dan Murdi menyampaikan materi dan menjawab pertanyaan secara bergantian. Dalam kesempatan membagikan materi, Marzuki dan Murdi juga menegaskan ancaman hukum bagi yang tetap mau melaksanakan pernikahan dini, selain itu dari pihak KUA juga menjanjikan perlindungan pada anak-anak korban pemaksaan menikah dini. Hal ini sebagai jawaban responsif terhadap pertanyaan salah satu siswi dalam sesi tanya jawab.

“Bagaimana cara menyikapi dan menghadapi tuntutan atau paksaan dari orang tua atau lingkungan yang memaksa untuk menikah dini, Pak?” tanya Risma Nurmayani, begitu antusias dengan pembahasan kali ini. Ia bahkan mewakili teman-temannya mempresentasikan rangkuman materi dalam sesi focus group discussion (FGD).

Dari pihak KUA menjawab setidaknya ada 4 langkah yang bisa dilakukan untuk menghindari tuntutan menikah dini dari lingkungan atau orang tua, pertama yakni mengedukasi pada orang tua tentang larangan menikah dini beserta hukuman yang dapat menjerat, kedua memberikan pemahaman mengenai pentingnya pendidikan dan tekad yang kuat untuk bersekolah, ketiga memberikan pemahaman dampak buruk bagi kesehatan terutama perempuan ketika hamil dan melahirkan karena organ tubuh belum siap sepenuhnya, terakhir mediasi atau pendampingan bersama pihak KUA apabila semua cara di atas sudah diterapkan tetapi tidak membuahkan hasil.

“Kami dari Tim KUA siap mendampingi adik-adik yang mendapatkan tuntutan atau tekanan untuk segera menikah dini, undang saja kami (pihak KUA), kami tidak memungut biaya sepeser pun alias gratis. Kami bahkan sangat senang kalau ada acara-acara sosialisasi seperti yang diadakan oleh adik-adik KKN ini,” ungkap Murdi. Di akhir sesi, Marzuki dan Murdi menegaskan untuk tidak terburu-buru menikah, sebab jodoh yang setara akan datang di waktu yang tepat.

Acara pun ditutup dengan permintaan mengucapkan janji dari para siswa dan siswi oleh kedua pemateri, janji untuk bersedia tidak menikah dini dan mendahulukan pendidikan ataupun cita-cita terlebih dahulu. Melalui sosialisasi ini diharapkan menjadi kolaborasi strategis antara mahasiswa KKN Unram, MA Palapa, dan KUA yang dapat berdampak. Adapun langkah konkret selanjutnya adalah memastikan para siswa yang hadir dalam sosialisasi ini menjadi agent of change, menyebarkan pemahaman ‘Dendeq Merariq Kodeq’ di lingkungan keluarga dan pertemanan mereka, yang kemudian mencipatakan efek domino positif bagi masyarakat luas.

Related Articles

Back to top button