BisnisEdukasi

Solusi Ramah Lingkungan, Mahasiswa KKN Unram Kenalkan Budidaya Maggot kepada Masyarakat

Lombok Barat, Fokus NTB – Mahasiswa KKN Universitas Mataram menggelar sosialisasi budidaya maggot pada Selasa (13/01/2026) sebagai upaya pemberdayaan dalam pengelolaan sampah organik, bertempat di rumah Kepala Dusun Gumesa Utara.

Kegiatan sosialisasi budidaya maggot yang digelar oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Mataram mendapat respons positif dari masyarakat Dusun Gumesa Utara. Sebanyak 30 orang masyarakat, mulai dari  anak-anak hingga orang dewasa tampak antusias mengikuti pemaparan materi yang disampaikan oleh mahasiswa KKN, mulai dari awal hingga akhir kegiatan. Selain itu, masyarakat juga menyimak penjelasan mengenai pemanfaatan sampah organik sebagai media budidaya maggot.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN menjelaskan secara rinci konsep dasar budidaya maggot, manfaatnya bagi lingkungan, serta potensi ekonominya bagi masyarakat. Selain mampu mengurangi volume sampah organik rumah tangga, maggot juga dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak bernilai gizi tinggi yang berpotensi menambah sumber pendapatan masyarakat apabila dikelola secara berkelanjutan.

Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan oleh seluruh anggota kelompok KKN Universitas Mataram yang terdiri dari M. Agis Saputra, Shofiya Aulia, Nadia Febriana, Zidan Shoni Ikram, Doni Febrian, Iftitira Dea Azriana, Mutiara Shavira, Adelia Cahya Rivani P, Syahrani Febriyanti, dan M. Aziz Fikri. Dalam kegiatan sosialisasi, Doni Febrian bertindak sebagai ketua panitia yang mengoordinasikan pelaksanaan sosialisasi dari persiapan hingga berlangsungnya acara. Kegiatan ini berada di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr. Irma Setiawan, S.Pd., M.Pd., meskipun tidak mendampingi secara langsung pada saat kegiatan berlangsung.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan sasaran utama masyarakat desa dan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta kesadaran warga dalam mengelola sampah organik secara mandiri. Pemilihan lokasi di rumah Kepala Dusun Gumesa Utara dilakukan untuk memudahkan akses masyarakat sekaligus memperkuat dukungan terhadap program pemberdayaan yang dijalankan oleh mahasiswa KKN.

Selain penyampaian materi, kegiatan sosialisasi juga diisi dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif. Masyarakat secara aktif mengajukan pertanyaan terkait teknis budidaya maggot, mulai dari jenis sampah organik yang dapat digunakan, cara perawatan, hingga proses panen. Antusiasme masyarakat terlihat dari keterlibatan mereka dalam setiap sesi kegiatan.

Sebagai bentuk tindak lanjut, mahasiswa KKN menyampaikan rencana pendampingan lanjutan bagi masyarakat yang berminat mencoba budidaya maggot secara langsung. Pendampingan tersebut meliputi pemberian arahan awal, pemantauan proses budidaya, serta evaluasi sederhana agar masyarakat dapat menerapkan budidaya maggot secara benar dan berkelanjutan.

Pada akhir kegiatan, sebagian masyarakat membawa pulang maggot yang dibagikan oleh mahasiswa KKN untuk dibudidayakan secara mandiri di rumah maupun dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Pembagian maggot dilakukan sebagai langkah awal penerapan hasil sosialisasi, sehingga masyarakat tidak hanya memperoleh pemahaman secara teori, tetapi juga dapat langsung mempraktikkan budidaya maggot dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Unram berharap pengelolaan sampah organik di tingkat rumah tangga dapat berjalan lebih efektif dan lingkungan menjadi lebih bersih, serta tercipta peluang ekonomi yang baru yang berkelanjutan berbasis potensi lokal desa.

Related Articles

Back to top button