
Lombok Timur, Fokus NTB – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pemberdayaan Masyarakat Desa (KKN PMD) Universitas Mataram Desa Bungtiang menggelar Workshop Budidaya Maggot pada Sabtu (24/1/2026), bertempat di Kantor Desa Bungtiang. Kegiatan ini mengusung tema “Budidaya Maggot: Solusi Inovatif untuk Pakan Ternak dan Pengelolaan Sampah Organik.” Workshop tersebut merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat yang dirancang dan dilaksanakan oleh mahasiswa KKN PMD Universitas Mataram Desa Bungtiang berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan, khususnya dalam mengatasi persoalan sampah rumah tangga yang hingga kini masih menjadi tantangan di desa tersebut. Maggot atau larva Black Soldier Fly (BSF) dikenal sebagai solusi efektif dalam mengurangi volume sampah organik sekaligus dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak bernilai ekonomis.
Kegiatan ini diikuti oleh perangkat desa serta perwakilan masyarakat Desa Bungtiang. Acara dibuka dengan pembacaan basmalah dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Selanjutnya, kegiatan diisi dengan sambutan Ketua KKN PMD Universitas Mataram yang diwakili oleh Alvano Tugas Hendrawan, serta sambutan dari Sekretaris Desa Bungtiang selaku perwakilan Kepala Desa yang berhalangan hadir pada awal acara. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN PMD Universitas Mataram Desa Bungtiang menghadirkan narasumber Lalu Supratman, Ketua Bank Sampah Syuhada Desa Lendang Nangka, Kecamatan Masbagik, untuk memberikan materi teknis budidaya maggot kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN PMD tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga berperan sebagai fasilitator yang menghubungkan masyarakat dengan praktik pengelolaan sampah organik yang tepat guna.
Dalam penyampaiannya, Lalu Supratman menceritakan perjalanan awal dirinya memulai budidaya maggot setelah melihat permasalahan sampah di desanya yang terus meningkat tanpa pengelolaan yang optimal. Beliau menjelaskan sejumlah keunggulan maggot, di antaranya sebagai pengurai sampah yang sangat efisien karena mampu mengonsumsi hingga sekitar 70 persen sampah organik dalam waktu relatif singkat, sehingga dapat mengubah permasalahan lingkungan menjadi sumber daya yang bermanfaat. Selain itu, maggot segar maupun kering dapat dimanfaatkan sebagai pakan alternatif untuk unggas dan ikan dengan kandungan nutrisi tinggi, sekaligus menggantikan pakan konvensional yang dalam proses produksinya kerap berdampak pada lingkungan. Lebih lanjut, sisa hasil penguraian maggot atau yang dikenal dengan kasgot juga dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik yang kaya unsur hara dan sangat baik untuk mendukung pertanian berkelanjutan. pada kesempatan tersebut, Lalu Supratman yang akrab disapa Miq Man juga menyampaikan bahwa budidaya maggot memiliki potensi ekonomi yang cukup menjanjikan. Maggot kering di pasaran dapat dijual dengan harga sekitar Rp10.000 per 100 gram, sedangkan maggot basah dapat dijual sekitar Rp10.000 per kilogram, sehingga berpeluang menambah pendapatan masyarakat.
Materi budidaya maggot disampaikan secara sistematis, mulai dari tahapan persiapan wadah dan media, penyediaan pakan, penetasan telur lalat BSF, pemeliharaan larva, hingga proses panen dan pemanfaatan limbah kasgot. Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik budidaya maggot secara sederhana yang difasilitasi oleh mahasiswa KKN PMD bersama narasumber. Praktik ini bertujuan agar masyarakat tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keterampilan dasar untuk memulai budidaya maggot secara mandiri di rumah.
Sebagai bentuk tindak lanjut dan apresiasi kepada peserta, mahasiswa KKN PMD Universitas Mataram Desa Bungtiang juga membagikan pupuk organik hasil budidaya maggot yang diproduksi sendiri di posko KKN sebagai buah tangan bagi peserta workshop. Antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi selama kegiatan berlangsung. Pada sesi tanya jawab, para peserta aktif mengajukan berbagai pertanyaan terkait teknik budidaya, pemanfaatan hasil panen, hingga peluang pemasaran maggot. Bahkan, sejumlah peserta meminta kontak narasumber agar dapat berkunjung langsung ke lokasi budidaya dan melihat proses pengelolaan maggot secara lebih mendalam. Melalui kegiatan workshop ini, mahasiswa KKN PMD Universitas Mataram Desa Bungtiang berharap masyarakat dapat lebih sadar akan pentingnya pengelolaan sampah organik, mampu menerapkan budidaya maggot secara mandiri, serta menjadikan kegiatan ini sebagai langkah awal menuju lingkungan desa yang lebih bersih, sehat, dan produktif.



