EdukasiSerbaneka

Mahasiswa KKN PMD UNRAM Hadirkan Incinerator Minim Asap untuk Atasi Sampah di Desa Saba

Lombok Tengah, Fokus NTB — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Universitas Mataram periode 2025–2026 menghadirkan inovasi incinerator minim asap sebagai solusi pengelolaan sampah rumah tangga di Desa Saba, Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah. Inovasi ini bertujuan untuk mengurangi penumpukan sampah sekaligus menekan polusi lingkungan di wilayah desa.

Keterbatasan fasilitas pengelolaan sampah, termasuk belum tersedianya Tempat Pembuangan Akhir (TPA), selama ini membuat masyarakat kerap menumpuk atau membakar sampah secara terbuka. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan pencemaran udara dan gangguan kesehatan. Menjawab persoalan itu, mahasiswa KKN PMD UNRAM memperkenalkan incinerator dengan sistem pembakaran tertutup yang mampu mengurangi asap dan bau secara signifikan.

Ketua Tim KKN PMD Universitas Mataram Desa Saba menyampaikan bahwa inovasi ini dirancang sebagai solusi sederhana namun aplikatif. “Incinerator minim asap ini kami rancang agar mudah dioperasikan oleh masyarakat desa. Harapannya, penumpukan sampah bisa berkurang dan lingkungan menjadi lebih bersih,” ujarnya (29/1/2026).

Pemerintah Desa Saba menyambut baik program tersebut. Kepala Desa Saba menilai kehadiran mahasiswa KKN membawa dampak positif bagi upaya penanganan sampah. “Kami
sangat terbantu dengan adanya inovasi ini. Selain mengurangi sampah, masyarakat juga diedukasi untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan,” katanya.

Selain pemasangan incinerator, mahasiswa KKN PMD UNRAM juga melakukan sosialisasi pengelolaan sampah kepada warga. Edukasi meliputi pemilahan sampah rumah tangga, tata cara penggunaan incinerator, serta pentingnya menjaga lingkungan demi kesehatan bersama.

Salah seorang warga Desa Saba mengaku terbantu dengan adanya program tersebut.
“Biasanya sampah hanya dibakar begitu saja dan asapnya mengganggu. Dengan alat ini, asapnya jauh berkurang,” ungkapnya.

Melalui inovasi incinerator minim asap ini, mahasiswa KKN PMD Universitas Mataram berharap Desa Saba dapat memiliki sistem pengelolaan sampah yang lebih baik, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Program ini juga diharapkan menjadi contoh bagi desa lain dalam menangani persoalan sampah rumah tangga secara mandiri.

NTB

surel: fokusntb@gmail.com

Related Articles

Back to top button