IPNU Lombok Timur Kecam Keras Dugaan Asusila Petinggi Ponpes

Lombok Timur, Fokus NTB – Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Lombok Timur menyampaikan kecaman keras terhadap dugaan tindak asusila yang melibatkan seorang petinggi Pondok Pesantren (Ponpes) di Kecamatan Sukamulia, Lombok Timur, terhadap santrinya.
Ketua IPNU Lombok Timur, Asraful Habib, menegaskan bahwa tindakan tersebut mencoreng dunia pendidikan dan meminta aparat penegak hukum bertindak tegas.
”IPNU sangat mengecam tindakan ini. Kami meminta agar pelaku dihukum seberat-beratnya sesuai aturan yang berlaku. Pelajar harus dilindungi dari segala bentuk tindakan asusila dan kekerasan,” tegas Asraful Habib pada Jumat (30/1).
Lebih lanjut, Asraful mendesak pihak kepolisian dan lembaga terkait untuk segera mengusut tuntas kasus ini serta memberikan pendampingan dan perlindungan maksimal bagi korban. Menurutnya, rasa aman bagi pelajar, santri, dan mahasiswa adalah prioritas mutlak yang tidak bisa ditawar.
”Kami tidak akan tinggal diam melihat tindakan asusila ini. Lingkungan pendidikan harus menjadi ruang yang aman,” imbuhnya.
Menutup pernyataannya, IPNU mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi dalam mengawasi dan melindungi pelajar guna mencegah terulangnya kasus serupa di lingkungan pendidikan.
”Kami akan terus berjuang melindungi hak-hak pelajar dan memastikan institusi pendidikan kembali menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi semua,” pungkas Asraful.


