Aksi Nyata Mahasiswa KKN Tematik Universitas Mataram Bersama Desa Senaru dalam Mendorong Terwujudnya Desa Berdaya yang Transparan, Adaptif, dan Maju Berbasis Sistem Informasi Desa

Lombok Utara, Fokus NTB – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama SKALA NTB dan Universitas Mataram memperkuat pelaksanaan Program Unggulan Desa Berdaya melalui optimalisasi Sistem Informasi Desa (SID). Dalam Lokakarya Penguatan SID yang dilaksanakan di lokasi Program Desa Berdaya pada 8 Desember 2026, Sekretaris Bappeda Provinsi NTB, Baiq Yunita Puji Widiani, ST., M.Si., menegaskan bahwa penguatan SID merupakan bagian strategis dari implementasi RPJMD Provinsi NTB 2025–2029 dengan visi “Bangkit Bersama Menuju NTB Provinsi Kepulauan yang Makmur Mendunia”. Visi tersebut dijabarkan ke dalam tujuh Sapta Cita, sepuluh Program Unggulan, dan 95 kegiatan strategis, di mana Desa Berdaya menjadi salah satu program prioritas. Menurut Baiq Yunita, desa merupakan fondasi utama pembangunan daerah. Oleh karena itu, Program Desa Berdaya dirancang untuk mendorong kemandirian desa melalui penguatan struktur sosial dan ekonomi masyarakat dengan dukungan data yang akurat dan terintegrasi.
Program Desa Berdaya diarahkan untuk mendukung tiga prioritas pembangunan daerah, yaitu penanggulangan kemiskinan, penguatan ketahanan pangan melalui pengembangan ekosistem industri pertanian dan subsektornya, serta penguatan sektor pariwisata agar mampu bersaing di tingkat global. Program ini dijalankan melalui dua pendekatan sekaligus, yakni penyelesaian persoalan desa dan pengembangan potensi unggulan lokal. Dengan demikian, ketersediaan basis data yang valid menjadi kebutuhan utama dalam setiap intervensi program. Program Desa Berdaya terdiri atas dua skema, yaitu Desa Berdaya Transformatif dan Desa Berdaya Tematik, dengan Desa DIA Cantik (Data Terintegrasi, Akurat, dan Cinta Statistik) sebagai tema pendukung utama. Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemerintah Provinsi NTB mendorong kolaborasi strategis dengan sembilan perguruan tinggi di NTB, termasuk Universitas Mataram. Keterbatasan kapasitas pemerintah daerah dalam melakukan pendampingan langsung ke seluruh desa membuka peluang kerja sama melalui skema pengabdian masyarakat perguruan tinggi.
Saat ini, Pemerintah Provinsi NTB telah menjalin kerja sama dengan sembilan perguruan tinggi, di antaranya Universitas Mataram, UIN Mataram, Universitas Bumigora, Universitas Hamzanwadi, Universitas Nahdlatul Ulama NTB, Universitas Muhammadiyah Mataram, Universitas Teknologi Sumbawa, UNW Mataram, dan Universitas Nggusuwaru Bima. Melalui skema pengabdian tematik, sebanyak 5–10 mahasiswa ditempatkan di setiap desa dengan pola pendampingan desa binaan selama tiga tahun. Keterlibatan mahasiswa tidak hanya terbatas pada pendampingan teknis, tetapi juga mencakup observasi kondisi SID, fasilitasi penyediaan dan pemutakhiran data, pendampingan layanan administrasi desa, serta pengelolaan website desa guna meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan Program Desa Berdaya.

Baiq Yunita menambahkan bahwa kolaborasi penguatan SID bertumpu pada empat pilar utama, yaitu Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota, Perguruan Tinggi, dan Pemerintah Desa. Setiap pihak memiliki peran strategis, mulai dari penyusunan regulasi, penyediaan anggaran dan infrastruktur digital, hingga penguatan sumber daya manusia operator serta kelembagaan di tingkat desa. Ia menekankan bahwa penguatan SID tidak semata-mata berkaitan dengan teknologi, tetapi juga merupakan upaya membangun tata kelola data desa yang kredibel. Dengan dukungan data yang akurat, perumusan kebijakan pembangunan dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran, layanan publik menjadi lebih cepat dan transparan, serta pelaksanaan Program Desa Berdaya dapat berlangsung secara efektif dan berkelanjutan.
Melalui penguatan SID yang terintegrasi dan kolaboratif, Pemerintah Provinsi NTB optimistis desa-desa di NTB mampu bertransformasi menjadi desa yang mandiri, adaptif, dan berbasis data, sekaligus menjadi motor penggerak pembangunan daerah dari tingkat akar rumput. Dalam kesempatan yang sama, Team Leader SKALA NTB, Anja Kusuma, menyampaikan bahwa penguatan Sistem Informasi Desa merupakan instrumen penting untuk mendorong tata kelola pembangunan desa yang transparan, akuntabel, dan partisipatif. Melalui SID, masyarakat dapat mengakses informasi terkait program, kegiatan, perkembangan pembangunan, hingga sasaran penerima manfaat, khususnya kelompok masyarakat miskin dan rentan.
Anja menegaskan bahwa keterbukaan informasi desa memungkinkan seluruh pihak untuk mengetahui aktivitas pembangunan yang sedang dan telah dilaksanakan, termasuk dampaknya bagi masyarakat, sehingga pembangunan dapat berjalan lebih tepat sasaran. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pendekatan Program Desa Berdaya menitikberatkan pada kolaborasi dan sinergi lintas sektor. Pemerintah provinsi berperan sebagai koordinator yang mendorong kerja sama antara organisasi perangkat daerah, pemerintah desa, dan mitra lainnya, termasuk perguruan tinggi. Saat ini, SKALA NTB mendukung kolaborasi dengan sembilan universitas melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik untuk memperkuat kapasitas desa dalam pengelolaan SID secara berkelanjutan. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dan pendamping desa diharapkan dapat meningkatkan literasi digital, kualitas pengelolaan data desa, serta pemanfaatan informasi dalam mendukung perencanaan dan pembangunan ekonomi desa.
Menanggapi hal tersebut, Ketua LPPM Universitas Mataram, Dr. Andi Chairil Ichsan, S.Hut., M.Si., menyampaikan bahwa Universitas Mataram yang mengusung visi kampus berdampak siap mendukung berbagai program unggulan Pemerintah Provinsi NTB, termasuk penguatan sistem informasi di desa dan kelurahan. Dengan melibatkan 61 desa dan kelurahan, Dr. Andi berharap pelaksanaan KKN pada periode ini mampu membangun fondasi penguatan SID yang berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya penyusunan roadmap bersama yang memetakan tahapan dan pembagian peran antar pihak terkait, sehingga kegiatan KKN pada periode berikutnya tidak mengulang program yang sama, melainkan melanjutkan capaian yang telah dirintis sebelumnya.
Dalam implementasinya di Desa Senaru, Kabupaten Lombok Utara, penguatan Sistem Informasi Desa (SID) juga melibatkan peran aktif mahasiswa KKN Tematik Universitas Mataram. Mahasiswa berkontribusi dalam pendampingan pendataan dan pemutakhiran data kependudukan, mulai dari proses pengumpulan, verifikasi, hingga penginputan data ke dalam sistem SID. Sebanyak 8.660 jiwa berhasil dihimpun dan ditetapkan sebagai basis data kependudukan Desa Senaru.

Selain itu, mahasiswa KKN memberikan pendampingan teknis dalam pengelolaan serta pengunggahan data dan informasi ke website resmi SID Desa Senaru. Upaya ini menjadi langkah strategis untuk mendorong keterbukaan informasi publik serta mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang cerdas, transparan, dan berbasis data, sehingga mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mendukung perencanaan pembangunan desa yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan



