EdukasiKesehatan

GINARASA Dikembangkan Jadi Gerakan Ina-Ina, KORASA Siapkan Pendamping Remaja

Sumbawa, FOKUS NTB – Kegiatan yang dilaksanakan Komunitas Remaja Sehat Sumbawa (KORASA) hari ini menjadi bagian dari kick off program GINARASA, sebuah program yang mulai dijalankan secara bertahap sejak akhir tahun ini. Tema kegiatan dinilai memiliki korelasi langsung dengan arah dan tujuan utama program tersebut.

Pembina Utama KORASA, Dr. dr. Farida Briani Sobri, SpB, Subsp. Onk(K), menjelaskan bahwa GINARASA dikembangkan sebagai gerakan Ina-Ina, atau gerakan ibu-ibu, yang berfokus pada peran orang dewasa—khususnya ibu—dalam mendampingi tumbuh kembang anak dan remaja.

Menurutnya, GINARASA merupakan pengembangan dari program sebelumnya bernama Server yang telah dijalankan selama kurang lebih enam bulan. Program Server bertujuan mendorong orang dewasa agar lebih terbuka, peka, dan memahami dunia anak serta remaja.

“Program awal kami fokus membantu anak dan remaja agar bisa bertumbuh di lingkungan yang aman, sekaligus membangun kesadaran orang dewasa tentang besarnya peran mereka dalam proses tumbuh kembang anak,” jelas Farida.

Ia menilai program sebelumnya cukup berhasil, namun pelaksanaannya masih terbatas karena belum adanya instruksi atau dukungan resmi dari pemerintah daerah, sehingga jumlah peserta belum dapat menjangkau lebih luas.

Saat ini, KORASA tengah melakukan pendekatan kepada Ibu Bupati, dengan harapan program GINARASA dapat didukung melalui PKK serta diperkuat dengan instruksi resmi. Formalisasi program dinilai penting agar pelaksanaannya lebih terarah, berkelanjutan, dan mampu menjangkau lebih banyak peserta.

Adapun kegiatan hari ini difokuskan untuk mempersiapkan anak-anak dan remaja sebagai pendamping dalam pelaksanaan program GINARASA. Mereka nantinya akan membantu para Ina-Ina dalam menerima dan menjalankan materi program, sekaligus menjembatani komunikasi antara ibu dan anak.

Materi yang diberikan meliputi pengenalan kondisi remaja saat ini, hal-hal yang perlu diwaspadai dalam menghadapi remaja, cara berkomunikasi yang tepat, serta peningkatan kesadaran orang dewasa agar tidak lagi bersikap masa bodoh, terutama terkait penggunaan gawai dan teknologi.

Farida menambahkan, secara sosial masih banyak anak dan remaja yang menghadapi persoalan dalam keluarga. Karena itu, GINARASA diharapkan dapat menjadi ruang aman yang mendukung proses pendampingan dan pemulihan relasi antara anak dan orang dewasa.

Related Articles

Back to top button