
Lombok Timur, Fokus NTB – Penggunaan antibiotik yang tidak tepat, masih banyak ditemukan di masyarakat. Kondisi ini membuat meningkatnya resiko terjadi resistensi antibiotik, sehingga efektivitas antibiotik dalam mengatasi infeksi bakteri semakin menurun dan berpotensi menimbulkan masalah kesehatan yang lebih serius di masa mendatang. Oleh karena itu, edukasi mengenai penggunaan antibiotik yang tepat, perlu dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap cara penggunaan antibiotik, sehingga dapat mencegah terjadinya resistensi antibiotik.
Sebagai upaya peningkatan pengetahuan masyarakat, Tim Pengabdian Studi Independen Pinctada maxima, Studi Farmasi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Mataram, melaksanakan penyuluhan kesehatan tentang penggunaan antibiotik yang tepat dengan judul “Bijak Menggunakan Antibiotik: Ingat Antibiotik Bukan Obat Semua Penyakit” pada Sabtu (13/12/2025), di Kantor Desa Pringgajurang, Kecamatan Montong Gading.
Kegiatan diawali dengan registrasi peserta dan pembukaan acara. Sambutan pertama disampaikan oleh Dosen Pembimbing Pengabdian Studi Independen, yang menekan pentingnya mencegah resistensi antibiotik. Sambutan selanjutnya, disampaikan oleh Kepala Desa Peringgajurang, menyampaikan apresiasi dan dukungan atas terselenggaranya kegiatan penyuluhan kesehatan di wilayah desa. Sebelum penyampaian materi, peserta diberikan pretest untuk mengukur pengetahuan awal terkait penggunaan antibiotik.

Selanjutnya, penyampaian materi terkait penggunaan antibiotik, seperti pengertian antibiotik, pengertian resistensi antibiotik, penyebab resistensi antibiotik, penyakit yang memerlukan dan tidak memerlukan antibiotik, dampak resistensi antibiotik, serta cara mencegah resistensi antibiotik.
Setelah penyampain materi, peserta kembali diberikan posttest sebagai bentuk evaluasi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta setelah diberikan materi, yang terlihat dari perbandingan hasil pretest dan posttest. Hal ini menandakan bahwa penyampaian materi dapat diterima dengan baik dan mampu meningkatkan pengetahuan peserta terkait topik kesehatan dan kefarmasian yang disampaikan.

Melalui kegiatan Pengabdian Studi Independen ini, diharapkan mahasiswa dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan secara langsung kepada masyarakat, sekaligus berkontribusi dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat Desa Pringgajurang di bidang kesehatan.


