Edukasi

Cegah Bullying Sejak Dini: Mahasiswa KKN Universitas Mataram Edukasi Anti Perundungan di SDN 1 Kekait

Lombok Barat, Fokus NTB – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pemberdaya Masyarakat Desa (KKN-PMD) Universitas Mataram melaksanakan kegiatan edukasi anti perundungan di SDN 1 Kekait, Desa Kekait, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat, pada Senin (12/1/2026). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap dunia Pendidikan dasar, khususnya dalam membangun lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan ramah bagi anak.

Sosialisasi kasus bullying difokuskan pada jenjang pendidikan karena sekolah merupakan ruang utama interaksi sosial anak-anak sekaligus tempat pembentukan karakter sejak usia dini. Pada fase ini, siswa dinilai masih rentan terhadap pengaruh lingkungan, sehingga perlu dibekali pemahaman mengenai perilaku yang benar dan tidak benar dalam berinteraksi. Melalui sosialisasi di lingkungan sekolah, siswa diharapkan mampu mengenali apa itu perundungan, berbagai bentuk perundungan serta memahami dampak yang ditimbulkan terhadap kondisi psikologis dan kenyamanan belajar.


Kegiatan sosialisasi ini melibatkan seluruh siswa SDN 1 Kekait mulai dari kelas 1 hingga kelas 6, sehingga pesan pencegahan bullying dapat diterima secara menyeluruh oleh seluruh jenjang usia di sekolah tersebut.

Dalam pelaksanaan kegiatan ini, mahasiswa KKN Universitas Mataram didampingi oleh Bapak Abdurrahman Doel selaku Ketua Anti Bullying Desa Kekait. Kehadiran beliau memberikan penguatan bahwa upaya pencegahan perundungan tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga memerlukan peran aktif masyarakat dan lingkungan sekitar. Pendampingan ini sekaligus menjadi bentuk sinergi antara dunia pendidikan dan elemen desa dalam menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi anak.
“Edukasi anti bullying harus dimulai sejak usia dini dan dilakukan secara berkelanjutan. Anak-anak perlu dibiasakan untuk saling menghormati dan menghargai perbedaan, dengan dukungan serta bimbingan dari guru dan orang tua, baik di sekolah maupun di rumah,” ujar Bapak Abdurrahman Doel.

Selama sosialisasi berlangsung, siswa menunjukkan antusiasme tinggi. Bahkan, beberapa siswa secara terbuka menceritakan pengalaman pribadi yang pernah mereka alami terkait perundungan, sehingga kegiatan ini menjadi ruang aman bagi anak untuk menyampaikan perasaan dan belajar bersama.

Kegiatan edukasi anti-perundungan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran siswa, guru, dan seluruh warga sekolah akan pentingnya mencegah bullying sejak dini. Mahasiswa KKN Universitas Mataram berharap SDN 1 Kekait dapat terus menjadi lingkungan belajar yang aman, ramah, dan mendukung tumbuh kembang siswa secara optimal, baik dari segi akademik maupun karakter.

NTB

surel: fokusntb@gmail.com

Related Articles

Back to top button