Pemerintah Desa Labuhan Bontong Pastikan Pendampingan Warga Pascabanjir

Sumbawa, Fokus NTB —Kepala Desa Labuhan Bontong, Kecamatan Tarano, Bramawan Dhani, S.Pd., menyampaikan bahwa bencana banjir yang melanda wilayahnya berdampak pada 1.567 warga dari 612 kepala keluarga (KK). Hal tersebut diungkapkannya saat mendampingi kegiatan penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak banjir.
Penyaluran bantuan tersebut dilaksanakan oleh Ibu Bupati Sumbawa selaku Ketua TP PKK Kabupaten Sumbawa bersama TP PKK Kecamatan Tarano, Pemerintah Kecamatan Tarano, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kesehatan (Dikes), serta Komunitas Remaja Sehat Sumbawa (KORASA), dengan pendampingan Pemerintah Kecamatan Tarano dan Pemerintah Desa Labuhan Bontong.
Bramawan Dhani menjelaskan bahwa banjir memberikan dampak yang cukup besar terhadap kehidupan masyarakat, baik dari sisi tempat tinggal, aktivitas harian, maupun kondisi psikologis warga, khususnya anak-anak.
“Berdasarkan data sementara, sebanyak 1.567 warga dari 612 kepala keluarga terdampak banjir. Kondisi ini tentu menjadi perhatian serius bagi kami di pemerintah desa,” ujarnya.
Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran serta perhatian pemerintah daerah dan seluruh pihak yang telah turun langsung membantu masyarakat Desa Labuhan Bontong dalam penanganan pascabencana.
“Kami sangat mengapresiasi pendampingan dan bantuan yang diberikan. Kehadiran pemerintah dan instansi terkait memberikan semangat bagi masyarakat kami untuk bangkit dan pulih pascabencana,” tambahnya.
Selain penyaluran bantuan logistik, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pendampingan kesehatan serta trauma healing bagi anak-anak terdampak banjir. Menurut Bramawan Dhani, pendampingan psikososial tersebut sangat penting untuk membantu anak-anak mengurangi rasa takut dan trauma akibat musibah yang dialami.
Pemerintah Desa Labuhan Bontong terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kecamatan Tarano dan instansi terkait dalam proses pendataan lanjutan serta pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak. Diharapkan, melalui sinergi semua pihak, proses pemulihan pascabencana dapat berjalan secara bertahap dan berkelanjutan.



