Edukasi

Memanfaatkan Lahan Terbatas, Mahasiswa KKN PMD Unram Desa Selebung Ketangga Menggelar Pelatihan Budikdamber Wujudkan Desa Mandiri Pangan

Lombok Timur, Fokus NTB – KKN PMD Universitas Mataram sukses menggelar Pelatihan Akuaponik Budikdamber di Desa Selebung Ketangga, pada Kamis (22/1/2026). Kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari komitmen mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan desa (SDGs Desa), yang berfokus pada kemandirian dan ketahanan pangan. Pelatihan Akuaponik Budikdamber bertujuan membekali keterampilan budidaya pangan mandiri di lahan terbatas, dimana keadaan ini sangat cocok dengan lingkungan di Desa Selebung Ketangga yang memiliki keterbatasan lahan pertanian.

Pelatihan Akuaponik Budikdamber merupakan jawaban yang lahir dari survei kelompok KKN yang melihat potensi besar pemanfaatan pekarangan sempit warga untuk ketahanan pangan, sekaligus permasalahan harga sayuran yang semakin melonjak naik setiap harinya. Program buikdamber dipilih karena efektif, murah, dan aplikatif, serta sejalan dengan pilar-pilar SDGs Desa.

“Dengan adanya pelatihan budikdamber ini, kami harapkan ilmu yang dibagikan oleh adik-adik yang lebih paham di bidangnya bisa bermanfaat bagi kami sebagai masyarakat Selebung. Harapannya, setelah masa KKN selesai, ada kebermanfaatan yang bisa ditinggalkan dan dikenang dari adik-adik KKN Unram oleh masyarakat desa Selebung, salah satunya ya Budikdamber ini yang bisa diadaptasi dan diaplikasikan di pekarangan oleh masyarakat nantinya,” ungkap Ratnawang, selaku Kepala Desa Selebung Ketangga, pada kesempatan sambutan yang diberikan, sekaligus membuka acara pelatihan.

Pelatihan diikuti dengan antusias oleh 35 peserta yang terdiri dari perangkat desa, ibu-ibu PKK, Karang Taruna dan BKD. Kegiatan ini dibagi menjadi dua sesi utama yaitu pemaparan materi dan sesi tanya jawab. Pemaparan materi disertai dengan pameran prototipe produk Budikdamber, dalam kesempatan kali ini sekitar 50 bibit lele dan 8 pot sayuran dipamerkan di hadapan peserta. Sesi tanya jawab menjadi sesi yang paling dinantikan oleh peserta, beberapa pertanyaan seperti bagaimana mempraktikkan sterilisasi air, jenis ikan yang bisa dipakai, dan berapa lama masa panen menjadi tiga pertanyaan paling sering ditanyakan.

Dalam pemaparan materinya, Sisca Triavina yang merupakan mahasiswi prodi Budidaya Perairan mengungkapkan, “Sistem Budikdamber (Budidaya Ikan dalam Ember) dengan teknik akuaponik ini adalah solusi cerdas bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan lahan dan air akibat satu dan lain hal menuntut adanya inovasi budidaya di area sempit. Dengan memanfaatkan satu wadah, kita tidak hanya memanen ikan lele sebagai sumber protein, tetapi juga sayuran organik sekaligus. Ini adalah langkah nyata menuju kemandirian pangan dari halaman rumah sendiri.”

Untuk memastikan program berdampak berkelanjutan, Tim KKN PMD Unram Desa Selebung Ketangga tidak hanya berhenti pada pelatihan satu hari. Mereka telah menyusun pendampingan selama masa KKN berlangsung. Dengan diakhirinya pelatihan ini, diharapkan benih yang ditanam tidak hanya berupa bibit kangkung di ember, tetapi benih kemandirian pangan dan semangat berinovasi pertanian di tengah masyarakat, sebagai langkah konkret menuju pencapaian SDGs Desa.

Dokumentasi: Tim PDD KKN PMD Unram Desa Selebung Ketangga (Sekar Niswari & Windi Arlina)

Penulis: Initially Putri

NTB

surel: fokusntb@gmail.com

Related Articles

Back to top button