
Lombok Tengah, Fokus NTB – Mahasiswa KKN PMD Universitas Mataram melaksanakan Sosialisasi dan Pelatihan Hidroponik dengan tema “Optimalisasi Lahan Sempit melalui Hidroponik Sistem DFT (Deep Flow Technique) di Desa Wajageseng untuk Mewujudkan Ketahanan Pangan Keluarga” Kegiatan ini merupakan program kerja utama yang menjadi bentuk nyata pengabdian mahasiswa UNRAM kepada masyarakat menalui penerapan teknologi pertanian modern yang dapat diterapkan di lingkungan rumah tangga.

Kegiatan ini dilaksanakan di Mushola An-Nur RT 07 Dusun Wajageseng (20/1/2026) yang bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pemanfaatan lahan terbatas secara produktif. Sistem hidroponik DFT (Deep Flow Technique) dipilih karena praktis, hemat air, serta mampu menghasilkan tanaman yang bersih dan sehat. Pada pelatihan ini, mahasiswa UNRAM menggunakan pakcoy sebagai salah satu contoh dalam budidaya hidroponik system DFT. Mahasiswa KKN UNRAM menghadirkan narasumber langsung dari UPT Pertanian Kopang, Bapak Rizki Hasmi, S.Tp, yang juga merupakan Penyuluh Lapangan Desa Wajageseng.
Acara diawali dengan sambutan dari Ketua KKN PMD Universitas Mataram, M. Farid Rifqhi. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Menurutnya, hidroponik dapat menjadi salah satu solusi sederhana bagi warga yang memiliki keterbatasan lahan untuk tetap bisa menanam sayuran di sekitar rumah.
Selanjutnya, kegiatan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Desa Wajageseng, Bapak Lalu Agus Mayadi. Ia mengapresiasi kontribusi mahasiswa UNRAM yang membawa inovasi pertanian ke desa. “Kami sangat mengapresiasi kehadiran mahasiswa UNRAM di Desa Wajageseng. Program hidroponik ini pas dengan kondisi warga kami yang lahannya terbatas, tapi tetap ingin menanam sayur sendiri di rumah,” ujarnya.
Dalam penyampaian materi, Bapak Rizki Hasmi, S.Tp. menjelaskan konsep hidroponik, prinsip kerja sistem DFT, serta alur budidaya pakcoy dari penyemaian hingga panen. “Sistem DFT itu menjaga akar tanaman tetap mendapat nutrisi secara stabil. Kalau alurnya benar, pakcoy bisa tumbuh lebih cepat, lebih segar, dan hasilnya juga seragam,” jelas Rizki Hasmi. Selain itu, Bapak Rizki juga memaparkan beberapa contoh sistem hidroponik lainnya seperti NFT, sistem wick dan masih banyak lagi.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dimanfaatkan peserta untuk menggali lebih dalam tentang penerapan hidroponik. Usai diskusi, kegiatan masuk ke tahap pelatihan praktik langsung. Alur proses hidroponik DFT dipandu oleh Sahrul Anwar, mahasiswa Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri UNIVERSITAS MATARAM sekaligus anggota tim KKN dan penanggung jawab pelatihan. “Di pelatihan ini kami ajarkan dari awal, mulai semai, pindah tanam, sampai menghitung dosis nutrisi. Tujuannya supaya warga tidak hanya paham, tapi benar-benar bisa praktik sendiri di rumah,” terang Sahrul.

Kegiatan ini dihadiri sekitar 24 peserta yang terdiri dari beberapa tokoh masyarakat yang ada di Dusun Wajageseng, seperti kepala dusun, ketua RT, kepemudaan, serta perwakilan kelompok tani Desa Wajageseng. Kehadiran unsur kelembagaan desa dan kelompok tani tersebut menambah semangat serta memperkuat potensi keberlanjutan program hidroponik di desa. Instalasi hidroponik tersebut kemudian diserahkan kepada dua kelompok tani, yaitu Kelompok Tani Tandur Rinjani dan Kelompok Tani Dusun Wajageseng.
Kegiatan diakhiri dengan penyerahan sertifikat kepada narasumber sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dalam menyukseskan sosialisasi dan pelatihan hidroponik. Sertifikat tersebut diserahkan langsung oleh Ketua KKN PMD Universitas Mataram M. Farid Rifqhi. Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara UNRAM dan masyarakat Desa Wajageseng terus terjalin dalam mendukung optimalisasi lahan sempit serta penguatan ketahanan pangan keluarga.
Mahasiswa KKN PMD Universitas Mataram juga menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat Desa Wajageseng. Melalui penerapan teknologi hidroponik DFT, mahasiswa UNRAM ingin mendorong warga agar lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan sayuran keluarga meskipun dengan keterbatasan lahan. Selain itu, program ini diharapkan mampu menjadi awal pengembangan usaha kecil berbasis pertanian rumah tangga yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
(Tim KKN Universitas Mataram Desa Wajageseng: Farid, Elsa, Lia, Triana, Rista, Eja, Ansori, Sahrul, Delima, Dwi, Hikmawati).



