Nasional

Sambut Hari Perempuan Internasional, GMNI Fokus Kawal Pengesahan RUU PPRT

Ketua DPP GMNI Bidang Pergerakan Sarinah, Ainun Samidah (dok/ist.)

Jakarta, Fokus NTB – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) bakal terus mendorong agar Rancangan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga atau RUU PPRT menjadi UU.

Hal ini disampaikan Ketua Bidang Pergerakan Sarinah DPP GMNI, Ainun Samidah, dalam konsolidasi nasional menyambut Hari Perempuan Sedunia di Sekretariat DPP GMNI, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (23/2/2026) malam.

“GMNI akan melakukan pengawalan pengesahan Undang-Undang PPRT bersama dengan Jala PRT dan lainya,” ujar Ainun.

Pihaknya menjelaskan bahwa pada peringatan Hari Perempuan Sedunia bakal menjadi momentum penguatan untuk secara lebih aktif menyuarakan isu-isu perempuan itu sendiri.

“Gerakan serentak pada 8 Maret harapannya kawan-kawan DPD/DPC dari Sabang-Marauke dapat transfer kajian bersama dan mendorong atau mengeluarkan pernyataan sikap secara serentak di 8 Maret untuk mendorong pengesahan UU PPRT karena 92% PRT adalah perempuan ini merupakan gerakan perempuan,” tandasnya

Dia bilang jika tantangan yang memang selalu dibicarakan Bung Karno yaitu tantangan perempuan oleh sistem patriarki, kapitalisme dan konservatisme agama dan budaya yang menghambat perempuan berkembang.

“Ketidaksetaraan upah berakar dari kapitalisme serta konservatisme agama dan budaya yang menghasilkan banyak kekerasan sehingga terbentuknya karakter dan mental perempuan di dunia ataupun di Indonesia itu bisa dibilang jauh dari kata kesetaraan ataupun bisa berdiri di kakinya sendiri dan memberikan rasa hormat,” ujarnya.

Adapun Sekjen DPP GMNI Patra Dewa menyatakan konsolidasi dalam rangka peringatan hari perempuan internasional perbuatan ini jelas bukan peringatan seremonial belaka namun jadi refleksi bersama atas perjuangan panjang kaum perempuan keadilan dan kesetaraan sosok perempuan ini telah diperjuangkan atau lagi investasikan dalam nama Sarinah.

“Sarinah dalam ingatan sejarah kalau dalam ajaran Bung Karno jelas Sarinah ini bukan hanya sekedar pengasuh beliau di masa kecil Sarinah adalah simbol dari rakyat dari perempuan yang tertindas yang mengajarkan nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan sosial inilah Bung Karno menamai Sarinah untuk memuliakan peran perempuan dalam membangun karakter bangsa oleh karena itu konsolidasi nasional ini untuk memperingati International womens day ini Ini adalah sebuah konsolidasi nasional yang sangat penting,” kata Patra.

“Konsolidasi ini adalah wujud nyata dan komitmen dari kami di DPP GMNI untuk memperkuat peran dan fungsi Sarinah sebagai Garda terdepan dalam memperjuangkan hak-hak perempuan khususnya di lingkungan kader GMNI dan masyarakat luas ini sangat penting bagi kami khususnya di DPP GMNI konsolidasi Sarinah ini sangat penting diadakan karena yang pertama jelas pertemuan konsolidasi nasional ini,” tambahnya.

Related Articles

Back to top button