
Desa Doropeti, Fokus NTB – Gunung Tambora dengan ketinggian 2815 Mdpl akhir-akhir ini menunjukkan peningkatan aktivitas kegempaan sampai pada Selasa (10/3). Menanggapi kejadian tersebut, media Fokus NTB menghubungi pihak Pos Pengamatan Gunung Tambora di Desa Doropeti Kec. Pekat Kab.Dompu, pada Kamis (12/3).
Ketika dihubungi, Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Tambora, Syatrin Kharis, S.T. menyampaikan, bahwa saat ini status Gunung Api Tambora dalam level Waspada. “Perlu diketahui bahwa terdapat empat tingkatan status dalam pengukuran aktivitas vulkanik, Level I normal, level II waspada, level III siaga dan level IV awas.” ungkap pria yang biasa disapa Dae Rin.
Syatrin menjelaskan, pada tingkat aktivitas Level II (Waspada), masyarakat di sekitar Gunung Tambora serta pengunjung atau wisatawan direkomendasikan untuk tidak memasuki atau melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari pusat aktivitas Gunung Tambora.
Syatrin menambahkan, selain itu masyarakat juga tidak diperbolehkan turun ke dasar kaldera, tidak mendekati kerucut parasit Doro Afi Toi maupun Doro Afi Bou, serta tidak mendekati lubang-lubang tembusan gas yang terdapat di dasar kaldera. “Masyarakat juga dihimbau untuk mewaspadai potensi bahaya guguran atau longsoran batuan pada tebing dan dinding kaldera, yang sewaktu-waktu dapat terjadi akibat ketidakstabilan lereng” terang pria yang merupakan alumni Teknik Geologi di Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) ini.
Syatrin juga memberikan link rinformasi resmi mengenai update status gunung Tambora.

(foto : mardin)
Mengakhiri komunikasi dengan media ini, beliau yang juga merangkap jabatan sebagai Ketua Tim Kerja Mitigasi Gerakan Tanah di Balai Pemantauan Gunungapi & Gerakan Tanah Wilayah NTB dan NTT ini seraya berharap dan menegaskan agar masyarakat yang akan beraktivitas sekitar gunung Tambora untuk tetap memperhatikan rekomendasi dari pihak berwenang, dalam hal ini Badan Geologi-Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM).
“Kami tetap rutin berkoordinasi dengan stakeholder di WA grup, baik itu dengan BPBD, BMKG, Balai Taman Nasional dan Aparat Terkait. Insya Allah masih aman, kita hanya melarang orang ke gunungnya dan tetap memperhatikan/mengikuti rekomendasi resmi dari Badan Geologi” tutupnya.



