Budaya

Musda KNTI Sumbawa Berlangsung Khidmat, Aryansyah: Wujudkan Nelayan yang Terorganisir, Terlatih dan Terdidik

Sumbawa, Fokus NTB – Ketua terpilih periode 2026-2030 Kesatuan Nelayan Tradisional Mukadimah Indonesia (KNTI) Kabupaten Sumbawa, M. Aryansyah Akbar S.I.P menegaskan bahwa manifesto KNTI adalah negara kepulauan terbesar di dunia telah diteguhkan melalui Deklarasi Djuanda tahun 1957 dan konstitusi.

“Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 33 ayat (3) menggarisbawahi bahwa: “Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.” Begitu juga Pasal 25A yang menyebutkan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara kepulauan yang berciri Nusantara dengan wilayah yang batas-batas dan hak-haknya ditetapkan dengan undang-undang,” ujarnya, Minggu (29/3/2026).

Aryansyah Akbar juga mengatakan, perairan nusantara yang terbentang seluas 2.8 juta km; Laut teritorial seluas 0.3 juta km; Perairan Nasional seluas 3,1 juta km; Luas Daratan sekitar 1,9 juta Km; Zona Ekonomi Eksklusif (Exclusive Economic Zone) sekitar 3,0 juta km; panjang garis pantai lebih dari 81.000 km dan jumlah pulau lebih dari 17.499 pulau.

“Untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara kepulauan sekaligus poros maritim dunia, maka salah satu prasyaratnya adalah dengan memberdayakan dan melindungi nasib nelayan tradisional Indonesia,” jelasnya.

Aryansyah Akbar juga menjelaskan, nelayan tradisional merupakan komponen penting dalam pengembangan sektor maritim dan kelautan di Indonesia.

“Dalam mencapai cita-cita Negara Kesatuan Republik Indonesia yang mandiri, adil, makmur, dan lestari sebagaimana tertuang dalam Pancasila dan konstitusi, pada 15 Mei 2009 Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) didirikan di Manado, Sulawesi Utara oleh sedikitnya 100 pimpinan dan pejuang nelayan tradisional dari berbagai wilayah di Indonesia,” ungkapnya.

“KNTI adalah organisasi berbasis massa nelayan, pembudidaya ikan, petambak garam, dan pengolah hasil perikanan dan kelautan yang bersifat nasional dan memiliki struktur hingga ke tingkat daerah,” tambahnya.

Karena itu, Musyawarah Daerah ke I yang dihadiri oleh perwakilan Komunitas Nelayan yang tersebar di beberapa Desa di Kecamatan Sumbawa. Dengan maksud dan tujuan untuk membentuk nelayan yang terorganisir, terlatih, dan terdidik. Adapun lokasi kegiatan acara ini bertempat di dusun karang Padak, desa Labuhan Sumbawa, kecamatan Labuhan Badas, kabupaten Sumbawa.

Musda berlangsung pada Sabtu, 28 Maret 2026 pukul 20.00 – selesai. Komite pembentukan KNTI Sumbawa yang di Ketuai oleh M. Aryansyah Akbar, S.I.P telah melakukan safari ramadahan di minggu terakhir ramadhan, sekaligus mempelopori terbentuknya KNTI di beberapa desa di kabupaten Sumbawa bersama Kesatuan Perempuan Pesisir kabuptaen Sumbawa yang terbentuk 6 bulan yang lalu tepatnya bulan Oktober 2025.

Adapun pemimpin sidang acara Musda yakni saudara Ardiansyah.SE., MMinov dan Sekretaris Nurul Khasni. Adapun dewan pimpinan pusat yang hadir yakni Sekretaris Jenderal KNTI bapak Niko Amrullah., S.Kel., ME. yang menyaksikan sekaligus memberikan kata sambutan, selanjutnya Dedi Sofian selaku Koordinator Wilayah Timur Indonesia KNTI. Tuan rumah sekaligus ketua Nelayan Karang Padak H.M. Amin MS. Dalam pemilihan berlangsung dipilih secara aklamasi Mohammad Aryansyah Akbar.,S.I.P oleh perwakilan nelayan yang hadir.

Adapun pengurus terpilih dalam periode 2026-2030 dalam Musda yakni M. Aryansyah Akbar, S.I.P sebagai Ketua KNTI Sumbawa dan Ketua Dewan Pembina KNTI Sumbawa, H.M. Amin, MS.

Related Articles

Back to top button