Walkout dalam Debat BEM UTS, Demokrasi Kampus Diuji

Oleh : Maydina Putri Hardiyanti
Mahasiswa Universitas Teknologi Sumbawa
Forum Uji Kelayakan Calon Ketua dan Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) diwarnai aksi walkout dari pasangan calon (paslon) nomor urut 2 pada saat acara berlangsung. Insiden tersebut terjadi setelah paslon 2 menyampaikan keberatan atas ketidakhadiran wakil dari paslon nomor urut 1 dalam forum debat.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) UTS itu awalnya berlangsung sesuai dengan susunan acara. Suasana forum masih kondusif hingga memasuki sesi perkenalan pasangan calon. Namun, perhatian peserta tertuju pada kursi wakil ketua dari paslon nomor urut 1 yang tampak kosong.
Berdasarkan penjelasan panitia, wakil ketua dari paslon nomor urut 1 tidak dapat menghadiri forum karena sedang mengalami sakit.
Menanggapi kondisi tersebut, paslon nomor urut 2 mengajukan interupsi sebelum debat dimulai. Dalam penyampaiannya, mereka menyatakan keberatan terhadap pelaksanaan debat yang hanya dihadiri oleh satu orang dari paslon nomor urut 1.
Paslon nomor urut 2 menyampaikan tiga poin utama sebagai dasar keberatan mereka. Pertama, menurut mereka, undangan resmi yang diterbitkan KPUM menggunakan istilah “pasangan calon (paslon)”, sehingga kehadiran ketua dan wakil ketua dinilai sama-sama wajib dalam forum uji kelayakan.
Kedua, mereka menilai panitia belum menunjukkan sikap yang tegas dalam menegakkan mekanisme pelaksanaan debat sehingga dinilai berpotensi mencederai prinsip demokrasi dalam proses pemilihan.
Ketiga, paslon nomor urut 2 menyoroti pernyataan calon ketua dari paslon nomor urut 1 yang menyebut bahwa gagasan yang disampaikan dirinya telah mewakili pemikiran wakilnya, serta tidak adanya aturan yang secara eksplisit mewajibkan kehadiran wakil dalam forum debat. Menurut paslon nomor urut 2, kondisi tersebut tidak mencerminkan konsep debat antarpasangan calon secara utuh.
Setelah membacakan pernyataan sikap, paslon nomor urut 2 bersama tim pendukungnya kemudian meninggalkan ruang forum sebagai bentuk protes terhadap jalannya kegiatan.
Aksi tersebut sempat membuat suasana forum menjadi tegang dan menarik perhatian mahasiswa yang hadir. Meski demikian, panitia tetap berupaya menjaga ketertiban selama proses berlangsung.
Hingga berita ini ditulis, KPUM Universitas Teknologi Sumbawa masih melaksanakan rapat pleno darurat untuk menentukan keberlanjutan tahapan Uji Kelayakan Calon Ketua dan Wakil Ketua BEM UTS. Keputusan resmi mengenai nasib debat dan tahapan selanjutnya masih menunggu hasil pleno yang akan diumumkan kepada seluruh peserta pemilihan.



