BeritaBisnis

Pasokan Air Sering Macet Berhari-hari, LAR Sumbawa Minta Bupati Evaluasi Kinerja Direktur PDAM

Sumbawa Besar, 4 November 2026, Fokus NTB — Buruknya layanan pasokan air bersih Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Sumbawa terus dikeluhkan warga. Keluhan air yang mati berhari-hari tanpa kejelasan kapan akan mengalir kembali, dirasakan hampir setiap tahun — baik saat musim kemarau maupun saat ada perbaikan jaringan.

Ketua Lembaga Aspirasi Rakyat (LAR) Kabupaten Sumbawa, Roni Pasarani, S.AP, menegaskan bahwa kondisi ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Ia meminta Bupati Sumbawa selaku Kuasa Pemilik Modal untuk segera mengevaluasi kinerja Direktur PDAM Sumbawa secara terbuka.

Keluhan Warga Membumbung, Tagihan Tetap Berjalan

“Kami menerima banyak keluhan dari warga di Kecamatan Sumbawa, Labuhan Badas, Moyo Hilir, Moyo Utara, hingga Unter Iwes. Air PDAM mati kadang berhari-hari, sama sekali tidak mengalir. Namun ironisnya, tagihan bulanan tetap harus dibayar penuh sesuai catatan meter. Ini sudah sangat meresahkan masyarakat,” ungkap Roni, Rabu (4/11/2026).

Alasan Selalu Sama, Tanpa Solusi Permanen

Roni menilai pola masalah yang berulang ini menunjukkan kegagalan manajemen yang nyata.

“Alasannya selalu berulang: pipa bocor, debit sumber menurun, pompa rusak, listrik padam. Alasan yang sama terus muncul setiap tahun, namun tidak pernah ada solusi permanen maupun perbaikan sistem yang berarti,” kritiknya.

LAR memetakan tiga kegagalan mendasar di tubuh PDAM Sumbawa:

  • Pertama, kegagalan perencanaan. Tidak ada penambahan sumber air baku baru, padahal jumlah pelanggan terus bertambah dari tahun ke tahun.
  • Kedua, kegagalan pelayanan. Saat air mati, warga tidak mendapat informasi terbuka dan jelas kapan masalah selesai. PDAM juga tidak menyediakan mobil tangki air gratis sebagai bentuk tanggung jawab pelayanan.
  • Ketiga, minim transparansi. Kondisi keuangan dan penggunaan anggaran PDAM tidak pernah dipublikasikan secara terbuka kepada masyarakat selaku pemilik daerah.

Beban Ganda bagi Warga: Tidak Dapat Air, Tetap Bayar

“Kalau air macet berhari-hari, warga terpaksa membeli air sendiri untuk kebutuhan sehari-hari. Ini jelas membebani masyarakat dua kali: tidak mendapat layanan yang layak, tapi tetap wajib membayar tagihan penuh. Pelayanan yang diterima tidak sebanding dengan kewajiban yang dipungut,” tegas Roni.

Bupati Diminta Evaluasi Total, Ganti Jika Diperlukan

LAR Sumbawa mendesak Bupati Sumbawa selaku pemegang kuasa pemilik modal untuk memanggil pimpinan PDAM dan melakukan evaluasi kinerja secara terbuka.

“Kami minta Bupati lakukan evaluasi total terhadap kinerja Direktur PDAM Sumbawa. Jika belum mampu menjamin pasokan air bersih yang lancar untuk rakyat, tidak perlu dipertahankan. Ganti dengan yang lebih mampu dan berkomitmen. Ingat, air adalah kebutuhan dasar manusia, bukan barang mewah yang boleh dijadikan alasan keterlambatan berulang,” pungkas Roni.

LAR Kabupaten Sumbawa akan terus memantau perbaikan layanan ini dan mendorong transparansi pengelolaan PDAM demi kepentingan seluruh masyarakat Kabupaten Sumbawa.

Related Articles

Back to top button