OlahragaOpini

Menjaga Marwah PSHT: PersaudaraaN Tidak Boleh Dijadikan Tameng Penyimpangan

Oleh: Fahrizal Nur Efendi Ketua PSHT Cabang Sumbawa

Persaudaraan dalam PSHT adalah nilai luhur, tetapi nilai itu menjadi kosong ketika digunakan sebagai tameng untuk membenarkan pelanggaran aturan organisasi.

Mengatasnamakan persaudaraan sambil mengabaikan legalitas dan struktur yang sah bukanlah sikap dewasa, melainkan bentuk pengaburan kebenaran yang berbahaya.

PSHT bukan organisasi yang berjalan dengan logika massa atau kultus figur. Ia berdiri di atas aturan, keputusan organisasi, dan kepemimpinan yang memiliki dasar hukum.

Ketika ada pihak yang tetap memaksakan kegiatan tanpa legitimasi yang jelas, maka yang dipertaruhkan bukan sekadar perbedaan pandangan, tetapi wibawa dan ketertiban organisasi itu sendiri.

Sikap tegas Cabang Sumbawa patut dipahami sebagai upaya menjaga PSHT dari kekacauan struktural akibat dualisme kepemimpinan.

Menolak kegiatan yang tidak sah bukan tindakan emosional, apalagi permusuhan personal. Itu adalah langkah preventif agar PSHT tidak terjebak dalam konflik horizontal yang justru mencederai persaudaraan yang sering dielu-elukan.

Yang patut disayangkan, masih ada pihak yang memilih mengikuti narasi provokatif tanpa menguji kebenarannya. Fanatisme buta terhadap figur atau kelompok tertentu hanya akan melahirkan pembelahan internal dan menurunkan martabat PSHT di mata masyarakat.

Dalam organisasi, kesetiaan sejati adalah keberanian berkata “tidak” pada hal yang keliru, meski dibungkus dengan jargon persaudaraan.

PSHT mengajarkan keberanian, kejujuran, dan kejernihan berpikir. Maka bersikap kritis terhadap kegiatan yang tidak sah justru merupakan implementasi nilai tersebut, bukan pengkhianatan. Persaudaraan tetap dijaga, tetapi tidak dengan mengorbankan aturan dan akal sehat.

Jika PSHT ingin tetap utuh dan dihormati, maka setiap warganya harus berani menempatkan kebenaran organisasi di atas kepentingan kelompok dan ego pribadi.

Tanpa sikap tegas terhadap penyimpangan, persaudaraan hanya akan menjadi slogan kosong.

Salam persaudaraan.

Lurus dalam aturan, dewasa dalam sikap, dan tegas menjaga marwah PSHT.

Related Articles

Back to top button