
Lombok Barat, Fokus NTB – Mahasiswa Kelompok KKN PMD Universitas Mataram (Unram) Desa Pakuan 1 menggelar pelatihan pengolahan biji kakao menjadi bubuk bagi masyarakat Desa Pakuan, Kabupaten Lombok Barat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan nilai jual komoditas kakao lokal yang selama ini hanya dijual oleh petani dalam bentuk biji mentah.
Pelatihan yang menyasar ibu-ibu PKK, kelompok tani, dan remaja desa ini difokuskan pada teknik pengolahan sederhana berskala rumah tangga. Berbeda dengan pengolahan industri, metode yang diajarkan tidak melalui proses pemisahan minyak kakao, sehingga warga cukup menggunakan peralatan dapur umum seperti wajan, kompor, dan blender.
“Pelatihan ini dirancang praktis agar masyarakat dapat memberikan nilai tambah pada hasil panen mereka tanpa harus memiliki alat yang mahal,” ujar perwakilan mahasiswa KKN PMD Unram dalam keterangan tertulisnya.

Proses pengolahan dimulai dengan fermentasi biji kakao menggunakan ragi sebagai starter untuk memperkuat aroma. Setelah dikeringkan dan disangrai, biji dikupas secara manual untuk mengambil intinya (nib). Inti biji tersebut kemudian dihaluskan dengan blender, diayak, dan dikemas dalam toples kaca berlabel untuk meningkatkan daya tarik pasar.
Kegiatan yang berlangsung Senin (2/2/2026) ini mendapat antusiasme tinggi dari warga. Para peserta aktif terlibat dalam sesi praktik langsung, mulai dari proses penyangraian hingga pengemasan produk.
Melalui program ini, masyarakat Desa Pakuan diharapkan mampu mengembangkan usaha rumahan berbasis potensi lokal dan tidak lagi bergantung sepenuhnya pada penjualan bahan mentah, sehingga kesejahteraan ekonomi petani kakao dapat meningkat.



