Edukasi

Optimalkan Pekarangan, Mahasiswa KKN UNRAM Dorong Masyarakat Desa Mujur Menanam Tanaman Obat Keluarga

Lombok Tengah, Fokus NTB – Mahasiswa KKN PMD Desa Mujur melaksanakan program kerja yang berfokus pada pemanfaatan lahan perkarangan rumah melalui Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan. Program ini dilaksanakan oleh 10 mahasiswa KKN PMD Desa Mujur yang dikoordinatori oleh Moh.Wahyu Al Malik, dengan pendampingan Dosen Pembimbing Kegiatan, Dr. Fahruddin M.Pd. Program ini dilaksanakan secara bertahap selama masa KKN dan dipusatkan di perkarangan rumah Ibu Nurfaizah selaku Ketua PKK Desa Mujur, sebagai lokasi awal kegiatan sekaligus percontohan bagi masyarakat.

Pada minggu pertama (3/1/2026), mahasiswa KKN memulai kegiatan dengan penanaman berbagai jenis TOGA di perkarangan rumah Ibu Nurfaizah. Tanaman yang ditanam meliputi jahe, kunyit, temulawak, sereh, serta beberapa tanaman obat lainnya yang mudah dibudidayakan dan memiliki manfaat bagi kesehatan.Tahap awal ini difokuskan pada persiapan lahan dan penataan tanaman sebagai dasar pelaksanaan program.

Memasuki minggu kedua (10/1/2026), kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi mengenai manfaat dan pemanfaatan TOGA yang berkolaborasi dengan pihak Puskesmas, dengan pemateri Hj. Endang. Sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai jenis TOGA, khasiatnya, serta perannya dalam menjaga kesehatan keluarga. Kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh masyarakat setempat.

Pada minggu ketiga (17/1/2026), mahasiswa KKN melaksanakan kegiatan pembagian bibit TOGA kepada masyarakat. Bibit yang dibagikan merupakan jenis tanaman yang telah diperkenalkan sebelumnya dan diharapkan dapat ditanam serta dirawat di perkarangan rumah masing masing. Kegiatan ini mendapat respons positif, terlihat dari partisipasi aktif masyarakat.

Selanjutnya, pada minggu keempat (24/1/2026), dilaksanakan sosialisasi sekaligus praktik pengolahan TOGA menjadi jamu tradisional dengan menghadirkan pemateri dari kalangan ahli dan tetap berkolaborasi dengan pihak Puskesmas. Masyarakat kembali dilibatkan secara langsung dalam proses pembuatan jamu, mulai dari pengenalan bahan hingga penyajian, sehingga dapat diterapkan secara mandiri.

Secara keseluruhan, program pemanfaatan TOGA ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan lahan perkarangan sebagai sumber tanaman obat keluarga. Program ini mendapat respons positif dari masyarakat, ditunjukkan melalui partisipasi aktif serta meningkatnya kesadaran warga dalam menanam dan mengolah TOGA secara berkelanjutan.

Related Articles

Back to top button