
Lombok Utara, Fokus NTB – Kelompok Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN PMD) Universitas Mataram (UNRAM) Tahun 2026 berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lombok Utara melaksanakan kegiatan penanaman pohon sekaligus pemasangan plang penunjuk arah di jalur menuju Air Terjun Tiu Skeper, Desa Santong, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara. Kegiatan ini dilakukan sebagai respons terhadap kondisi lingkungan dan keselamatan wisatawan, terutama pascabencana banjir dan tanah longsor yang terjadi baru-baru ini di sejumlah wilayah Lombok Utara.
Penanaman pohon difokuskan pada jalur wisata dan kawasan rawan erosi yang kerap dilalui aliran air saat curah hujan tinggi. Upaya ini bertujuan memperkuat struktur tanah, menjaga daerah resapan air, serta meminimalisir risiko bencana di kawasan sekitar air terjun yang merupakan salah satu destinasi unggulan Desa Santong.
Selain upaya konservasi lingkungan, mahasiswa KKN PMD UNRAM juga melakukan pemasangan plang penunjuk arah menuju Air Terjun Tiu Skeper. Langkah ini dilatarbelakangi oleh kondisi di lapangan, di mana wisatawan kerap mengalami kebingungan bahkan tersesat karena minimnya informasi dan penanda arah menuju lokasi air terjun, terutama bagi pengunjung yang baru pertama kali datang.
Salah satu pengelola wisata setempat menyampaikan bahwa keberadaan plang penunjuk arah sangat dibutuhkan.
“Selama ini banyak wisatawan yang bertanya atau salah jalur saat menuju air terjun. Dengan adanya plang ini, kami berharap pengunjung lebih mudah menemukan lokasi dan perjalanan mereka menjadi lebih aman,” ungkapnya.

Perwakilan DLH Kabupaten Lombok Utara menilai kegiatan tersebut sebagai langkah terpadu antara mitigasi bencana dan peningkatan kualitas destinasi wisata. Menurutnya, kejadian bencana yang terjadi belakangan ini menjadi pengingat pentingnya penataan kawasan wisata alam secara berkelanjutan, baik dari sisi lingkungan maupun keselamatan pengunjung.
Ketua KKN PMD Unram Desa Santong 2, Pengki Saputra, menjelaskan bahwa pemasangan plang penunjuk arah merupakan bagian dari komitmen mahasiswa dalam mendukung pengembangan desa wisata yang ramah lingkungan dan ramah pengunjung.
“Kami melihat langsung di lapangan bahwa masih banyak wisatawan yang kesulitan menemukan jalur menuju Air Terjun Tiu Skeper. Di sisi lain, kondisi alam yang rawan saat musim hujan juga menuntut adanya penataan jalur yang lebih jelas dan aman. Karena itu, penanaman pohon dan pemasangan plang kami lakukan secara bersamaan,” jelasnya.

Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Desa Santong. “Kami ingin wisatawan merasa aman dan nyaman, sementara lingkungan tetap terjaga. Dengan kolaborasi bersama DLH dan dukungan masyarakat, kami optimistis Tiu Skeper bisa berkembang sebagai destinasi wisata alam yang berkelanjutan,” tutup Pengki.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, KKN PMD UNRAM 2026 berharap dapat memperkuat kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga lingkungan, meningkatkan keselamatan wisatawan, serta mendorong pengelolaan potensi wisata Desa Santong secara lebih tertata dan berkelanjutan.



