BeritaBisnisEdukasi

Mahasiswa KKN PMD Unram Gelar Pelatihan Inovasi Olahan Buah dan Biji Alpukat untuk Tingkatkan Pendapatan Masyarakat Desa Sajang

Lombok Timur, Fokus NTB – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat Desa (KKN PMD) Sajang II Universitas Mataram Tahun 2025–2026 menggelar kegiatan sosialisasi dan pelatihan inovasi pengolahan buah alpukat di Desa Sajang, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur. Kegiatan yang bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lombok Timur ini bertujuan mendorong pemberdayaan ekonomi kreatif masyarakat melalui pengolahan biji alpukat menjadi teh herbal dan daging buah alpukat menjadi selai.

Pelatihan tersebut dilaksanakan dalam dua rangkaian kegiatan, yakni sesi pertama berupa praktik pengolahan biji alpukat menjadi teh herbal dan sesi kedua berupa pengolahan daging alpukat menjadi selai. Kegiatan ini berlangsung di Aula Pondok Pesantren Nurul Ikhlas NW Sajang pada Sabtu (17/1/2026). Pelatihan diikuti oleh ibu-ibu, sejumlah santri, Ketua Karang Taruna, serta para pemuda Desa Sajang, dan mendapat respons positif dari masyarakat yang menunjukkan ketertarikan tinggi terhadap inovasi pengolahan alpukat.

Desa Sajang sendiri dikenal sebagai wilayah dengan potensi sumber daya alam yang melimpah di sektor pertanian dan perkebunan. Masyarakat setempat menggantungkan mata pencaharian pada berbagai komoditas unggulan, seperti kopi, sayuran dataran tinggi, dan buah-buahan. Salah satu komoditas yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat adalah alpukat, yang tumbuh subur dan hampir dimiliki oleh setiap keluarga melalui kebun pribadi.

Namun, pemanfaatan alpukat di Desa Sajang selama ini masih terbatas. Hasil panen alpukat umumnya hanya dijual dalam bentuk buah segar atau mentah tanpa pengolahan lebih lanjut. Kondisi tersebut menyebabkan nilai jual alpukat relatif rendah dan belum mampu memberikan peningkatan pendapatan yang signifikan bagi masyarakat, terutama saat produksi melimpah.

Di sisi lain, alpukat memiliki kandungan gizi dan manfaat kesehatan yang sangat beragam. Daging buah alpukat kaya akan lemak tak jenuh, serat, vitamin, dan antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Tidak hanya daging buahnya, bagian lain dari tanaman alpukat seperti daun, kulit, hingga bijinya juga memiliki potensi untuk dimanfaatkan. Dalam pengobatan tradisional, daun alpukat kerap digunakan sebagai bahan herbal, sementara biji alpukat diketahui mengandung senyawa bioaktif yang berkhasiat apabila diolah dengan metode yang tepat.

Meski demikian, biji alpukat selama ini belum dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Sajang. Biji alpukat umumnya hanya dibuang karena dianggap tidak layak dikonsumsi. Padahal, berdasarkan hasil penelitian para ahli, biji alpukat (Persea americana) mengandung senyawa fitokimia seperti alkaloid, tanin, terpenoid, saponin, flavonoid, serta cyanogenic glikosida. Kandungan senyawa tersebut dilaporkan memiliki aktivitas antimikroba dan antioksidan yang berpotensi memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh manusia.


Melihat permasalahan tersebut, mahasiswa KKN PMD Sajang II Universitas Mataram, dengan pendampingan dosen pembimbing Ir. Agustono Setiawan, ST., MSc., menginisiasi kegiatan sosialisasi dan pelatihan pengolahan alpukat. Selain pengolahan produk, mahasiswa KKN juga memperkenalkan konsep branding sebagai langkah awal agar produk olahan alpukat memiliki nilai jual lebih tinggi dan mampu bersaing di pasar. Program KKN ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi serta SDGs 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pemanfaatan potensi lokal dan pengurangan limbah hasil pertanian.

Ke depan, produk teh biji alpukat dan selai alpukat hasil pelatihan ini direncanakan akan dipasarkan melalui berbagai saluran, seperti homestay di kawasan wisata Sembalun, pameran UMKM, serta kegiatan Car Free Day (CFD). Upaya ini diharapkan dapat memperluas jangkauan pemasaran sekaligus meningkatkan nilai tambah alpukat sebagai produk unggulan berbasis potensi lokal Desa Sajang.

NTB

surel: fokusntb@gmail.com

Related Articles

Back to top button