Opini

Penguatan Kesadaran Lingkungan Masyarakat melalui Penanaman Pohon Dan Pemasangan Plang Edukasi Sampah di Desa Pringgasela Selatan

M. Harchifun¹, Senja Wina Eliza², Rohmaliana³, Jumiati Arisa⁴, Sepia Liana⁵, Miftahul Jannah⁶, Shofia Nabila⁷, Pretty Rahma Sari⁸, Lalu Faqih Pernanda L.⁹, Allimun Muslimin¹⁰

1Universitas Mataram, 2 Program Studi Kehutanan, 3Program Studi Pendidikan Biologi, 4Program Studi Ilmu Tanah, 5Program Studi Peternakan, 6Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan, 7Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarga Negaraan, 4Program Studi Teknik Sipil, 9Program Studi Fisika, 10Program Studi Teknik Sipil,117Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarga Negaraan

Alamat Korespondensi: senjawinaeliza65@gmail.com, Jalan Majapahit No. 62 Mataram, Nusa Tenggara Barat

ABSTRAK

Kegiatan KKN PMD Universitas Mataram Tahun 2026 di Desa Peringgasela Selatan bertujuan meningkatkan kualitas lingkungan dan kesadaran masyarakat melalui penanaman pohon dan pemasangan plang edukasi sampah. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif-kolaboratif yang melibatkan mahasiswa KKN, Pemerintah Desa, Karang Taruna, dan masyarakat setempat. Penanaman pohon dilaksanakan pada 31 Desember 2025 di sepanjang wilayah Gubuk Lauk, Rempung, Pancor Kopong, dan Timba Gerah, sedangkan pemasangan plang edukasi sampah dilakukan pada 31 Januari 2026 di Pancor Kopong, Timba Gerah, dan SDN 2 Peringgasela Selatan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan tutupan hijau dan tumbuhnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Program ini membuktikan bahwa kolaborasi lintas sektor efektif dalam mendukung pelestarian lingkungan dan pembangunan desa berkelanjutan.

Kata Kunci: KKN PMD,penanaman pohon, edukasi sampah, pemberdayaan Masyarakat.

PENDAHULUAN

Desa Pringgasela Selatan merupakan salah satu wilayah pedesaan di Kabupaten Lombok Timur yang memiliki karakteristik sosial dan lingkungan khas pedesaan agraris. Kehidupan masyarakat desa masih sangat bergantung pada kondisi lingkungan sekitar, baik dari aspek pertanian, kebersihan pemukiman, maupun ketersediaan ruang hijau. Namun, seiring dengan meningkatnya aktivitas penduduk dan perubahan pola konsumsi masyarakat, muncul berbagai permasalahan lingkungan seperti peningkatan volume sampah rumah tangga dan menurunnya kualitas kebersihan lingkungan. Kondisi ini menunjukkan bahwa pembangunan desa tidak hanya memerlukan peningkatan ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga penguatan kesadaran lingkungan masyarakat agar keseimbangan antara manusia dan alam tetap terjaga secara berkelanjutan (Nurfitriyani et al., 2025).

Permasalahan sampah menjadi isu lingkungan yang paling nyata di wilayah pedesaan, termasuk di Desa Pringgasela Selatan. Sampah rumah tangga yang tidak dikelola dengan baik berpotensi mencemari tanah, air, dan udara, serta menimbulkan gangguan kesehatan bagi masyarakat. Rendahnya pemahaman masyarakat tentang pemilahan sampah dan dampak jangka panjang pencemaran lingkungan menjadi faktor utama yang memperparah kondisi tersebut. Penelitian menunjukkan bahwa kurangnya edukasi lingkungan dan minimnya media informasi yang mudah dipahami menyebabkan perilaku membuang sampah sembarangan masih sering terjadi di tingkat desa (Islamiah et al., 2025).

Salah satu pendekatan yang dinilai efektif dalam mengatasi permasalahan lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat adalah melalui kegiatan penanaman pohon. Penanaman pohon memiliki manfaat ekologis yang signifikan, seperti meningkatkan kualitas udara, menjaga kelembapan tanah, mencegah erosi, serta memperbaiki estetika lingkungan desa. Selain manfaat ekologis, kegiatan ini juga berfungsi sebagai sarana edukasi lingkungan yang melibatkan masyarakat secara langsung. Keterlibatan warga dalam kegiatan penanaman pohon mampu menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab kolektif terhadap keberlanjutan lingkungan hidup (Sami’un et al., 2025).

Selain penanaman pohon, pemasangan plang edukasi sampah merupakan bentuk edukasi lingkungan yang bersifat visual dan berkelanjutan. Plang edukasi berisi informasi

mengenai jenis-jenis sampah, waktu penguraian, serta ajakan untuk menjaga kebersihan lingkungan. Media visual ini memiliki keunggulan karena dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa memerlukan pendampingan intensif. Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa plang edukasi yang ditempatkan di lokasi strategis mampu meningkatkan pemahaman masyarakat dan mendorong perubahan perilaku secara bertahap dalam pengelolaan sampah rumah tangga (Putri et al., 2026).

Integrasi kegiatan penanaman pohon dan pemasangan plang edukasi sampah mencerminkan pendekatan pemberdayaan masyarakat yang holistik. Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik lingkungan, tetapi juga pada peningkatan kapasitas pengetahuan dan kesadaran masyarakat. Pelibatan masyarakat sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan kegiatan terbukti dapat meningkatkan partisipasi aktif dan rasa tanggung jawab kolektif terhadap lingkungan desa. Model pemberdayaan semacam ini dinilai efektif dalam menciptakan perubahan perilaku yang berkelanjutan dibandingkan pendekatan yang bersifat instruktif semata (Saiful Hikmat et al., 2025).

METODE KEGIATAN

Pelaksanaan program penanaman pohon dan pemasangan plang edukasi sampah dalam rangka KKN PMD Universitas Mataram Tahun Akademik 2025/2026 di Desa Peringgasela Selatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif-kolaboratif berbasis pemberdayaan masyarakat. Pendekatan ini menempatkan mahasiswa KKN sebagai fasilitator kegiatan yang bersinergi dengan Pemerintah Desa Peringgasela Selatan, Karang Taruna Desa Peringgasela Selatan, serta masyarakat setempat. Dukungan pemerintah desa menjadi faktor penting dalam menjamin kelancaran pelaksanaan kegiatan, baik dari sisi perizinan, koordinasi wilayah, maupun penguatan legitimasi program di tingkat masyarakat.

Melalui kolaborasi lintas unsur tersebut, kegiatan tidak hanya berorientasi pada hasil fisik berupa penanaman pohon dan pemasangan plang edukasi sampah, tetapi juga diarahkan untuk membangun kesadaran kolektif dan tanggung jawab bersama terhadap pelestarian lingkungan desa. Adapun tahapan metode kegiatan yang dilaksanakan adalah sebagai berikut:

1.      Survei Lokasi Penanaman Pohon dan Pemasangan Plang Edukasi Sampah

Tahap awal kegiatan diawali dengan survei lapangan yang dilakukan oleh mahasiswa KKN bersama perangkat Pemerintah Desa dan perwakilan Karang Taruna. Pemerintah desa berperan dalam memberikan informasi kondisi wilayah, batas administrasi, serta titik-titik prioritas yang membutuhkan penghijauan dan edukasi lingkungan. Survei dilakukan dengan mengamati kondisi fisik lingkungan, intensitas aktivitas masyarakat, serta potensi keberlanjutan tanaman. Hasil survei menjadi dasar perencanaan teknis pelaksanaan kegiatan agar tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan desa.

Gambar 1. Survei Lokasi penanaman pohon dan pemasangan plang edukasi sampah.

2.   Pengambilan Bibit di Persemaian Mandalika

Setelah lokasi ditetapkan, kegiatan dilanjutkan dengan pengambilan bibit pohon di Persemaian Mandalika. Proses ini dilaksanakan oleh mahasiswa KKN dengan dukungan Karang Taruna, serta difasilitasi oleh Pemerintah Desa dalam hal koordinasi dan administrasi. Pemilihan jenis bibit disesuaikan dengan karakteristik lingkungan setempat serta potensi manfaat ekologis jangka panjang. Bibit yang diperoleh kemudian dipersiapkan untuk didistribusikan ke titik-titik penanaman yang telah ditentukan.

Gambar 2. Pengambilan bibit pohon di Persemaian Mandalika.

3.   Pembuatan Plang Edukasi Sampah

Tahap berikutnya adalah pembuatan plang edukasi sampah yang berfungsi sebagai media sosialisasi dan penguatan kesadaran lingkungan. Pemerintah desa turut berperan dalam memberikan masukan terhadap isi pesan agar selaras dengan kebijakan desa terkait kebersihan dan pengelolaan lingkungan. Plang dirancang menggunakan bahasa yang sederhana, komunikatif, dan mudah dipahami oleh masyarakat, serta dilengkapi visual yang menarik agar pesan edukasi dapat diterima secara efektif dan berkelanjutan.

4.          Penanaman Pohon

Kegiatan penanaman pohon dilaksanakan pada 31 Desember 2025 di sepanjang jalan Desa Peringgasela Selatan, meliputi wilayah Gubuk Lauk, Rempung, Pancor Kopong, dan Timba Gerah. Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan mahasiswa KKN, masyarakat setempat, Karang Taruna Desa Peringgasela Selatan, serta mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Desa Peringgasela Selatan. Peran pemerintah desa terlihat dalam proses mobilisasi masyarakat, pengaturan wilayah penanaman, serta pemberian arahan agar kegiatan berjalan tertib dan berkelanjutan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus menumbuhkan rasa kepemilikan masyarakat terhadap ruang hijau desa.

Gambar 4. Pembajakan Tanah dan Pembuatan Bedengan

5.          Pemasangan Plang Edukasi Sampah

Tahap akhir kegiatan berupa pemasangan plang edukasi sampah yang dilaksanakan pada 31 Januari 2026. Plang dipasang di titik-titik strategis, yaitu Pancor Kopong, Timba Gerah, dan lingkungan Sekolah SDN 2 Peringgasela Selatan. Pemerintah desa memberikan dukungan dalam penentuan lokasi pemasangan agar plang mudah diakses dan terlihat oleh masyarakat. Melalui keberadaan plang edukasi ini, diharapkan terjadi peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan pengelolaan sampah secara bertanggung jawab.

Gambar 3. Pengambilan Bibit Strawberry dan Penanaman Strawberry

HASIL DAN PEMBAHASAN

Pelaksanaan program kerja KKN PMD Universitas Mataram Tahun 2026 di Desa Peringgasela Selatan menunjukkan capaian positif dalam upaya peningkatan kualitas lingkungan dan penguatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian lingkungan. Program yang meliputi kegiatan penanaman pohon pada 31 Desember 2025 serta pemasangan plang edukasi sampah pada 31 Januari 2026 dilaksanakan melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN, Pemerintah Desa Peringgasela Selatan, Karang Taruna, dan masyarakat setempat.

Kegiatan penanaman pohon berhasil dilaksanakan di sepanjang jalan Desa Peringgasela Selatan, meliputi wilayah Gubuk Lauk, Rempung, Pancor Kopong, hingga Timba Gerah. Penentuan lokasi penanaman yang didasarkan pada hasil survei lapangan menjadikan kegiatan ini lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan lingkungan desa. Dukungan aktif Pemerintah Desa berperan dalam memperlancar koordinasi dan mobilisasi masyarakat, sementara keterlibatan Karang Taruna memberikan kontribusi signifikan dalam pelaksanaan teknis di lapangan. Sinergi antar unsur tersebut mencerminkan penerapan pendekatan partisipatif yang efektif dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Dari sisi dampak lingkungan, penanaman pohon memberikan manfaat ekologis berupa peningkatan tutupan hijau di sepanjang jalan desa, yang berpotensi memperbaiki kualitas udara, mengurangi risiko erosi, serta meningkatkan nilai estetika lingkungan. Selain manfaat fisik, kegiatan ini juga mendorong terbentuknya kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya menjaga dan merawat lingkungan sekitar. Partisipasi masyarakat yang cukup tinggi selama kegiatan berlangsung menunjukkan adanya penerimaan dan dukungan terhadap program yang dilaksanakan.

Selain penanaman pohon, pemasangan plang edukasi sampah di titik-titik strategis seperti Pancor Kopong, Timba Gerah, dan lingkungan SDN 2 Peringgasela Selatan menjadi bentuk intervensi edukatif yang bersifat berkelanjutan. Plang edukasi berfungsi sebagai media informasi yang mengingatkan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan perilaku pengelolaan sampah yang bertanggung jawab. Penempatan plang pada lokasi dengan intensitas aktivitas masyarakat yang tinggi dinilai efektif dalam memperluas jangkauan pesan edukasi.

Secara keseluruhan, hasil pelaksanaan program menunjukkan bahwa kolaborasi antara mahasiswa KKN, Pemerintah Desa, Karang Taruna, dan masyarakat memberikan kontribusi nyata terhadap keberhasilan kegiatan. Program kerja KKN PMD Universitas Mataram Tahun 2026 tidak hanya menghasilkan luaran fisik berupa penanaman pohon dan plang edukasi sampah, tetapi juga memberikan dampak sosial berupa meningkatnya kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan. Temuan ini menegaskan bahwa sinergi lintas sektor merupakan faktor penting dalam mewujudkan pembangunan desa yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.

KESIMPULAN

Program kerja KKN PMD Universitas Mataram Tahun 2026 di Desa Peringgasela Selatan yang berfokus pada kegiatan penanaman pohon dan pemasangan plang edukasi sampah telah terlaksana dengan baik dan memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat. Kegiatan penanaman pohon yang dilaksanakan pada 31 Desember 2025 di sepanjang wilayah Gubuk Lauk, Rempung, Pancor Kopong, dan Timba Gerah berhasil meningkatkan tutupan hijau serta memperbaiki kondisi lingkungan desa. Sementara itu, pemasangan plang edukasi sampah pada 31 Januari 2026 di beberapa titik strategis berperan sebagai media edukasi berkelanjutan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Keberhasilan program ini tidak terlepas dari adanya kolaborasi dan dukungan aktif antara mahasiswa KKN, Pemerintah Desa Peringgasela Selatan, Karang Taruna, serta masyarakat setempat. Sinergi tersebut memperkuat partisipasi masyarakat dan mendorong terbentuknya rasa kepemilikan terhadap hasil kegiatan. Secara keseluruhan, program kerja ini menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif-kolaboratif efektif dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat desa secara berkelanjutan.

SARAN

disarankan agar Pemerintah Desa Peringgasela Selatan bersama Karang Taruna dan masyarakat setempat dapat melanjutkan upaya pemeliharaan terhadap pohon yang telah ditanam, sehingga manfaat lingkungan dapat dirasakan dalam jangka panjang. Selain itu, diperlukan pemantauan dan evaluasi secara berkala terhadap kondisi tanaman dan efektivitas plang edukasi sampah agar tujuan kegiatan dapat tercapai secara optimal.

Bagi pelaksanaan KKN PMD selanjutnya, disarankan untuk menambah variasi kegiatan edukasi lingkungan, seperti sosialisasi langsung atau pelatihan pengelolaan sampah berbasis rumah tangga, guna memperkuat perubahan perilaku masyarakat. Kolaborasi lintas sektor yang telah terbangun diharapkan dapat terus ditingkatkan agar program pengabdian masyarakat mampu memberikan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan.

DAFTAR PUSTAKA

Islamiah, A. N., Pratiwi, A. D., Saifulloh, M., & Wiratama, M. B. A. (2025). Plang edukasi waktu urai sampah sebagai media informasi dan pengingat pengelolaan sampah. Welfare: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(3), 391–396. https://jurnalfebi.iainkediri.ac.id/index.php/Welfare/article/view/2628

Nurfitriyani, N., Fauzan, R. M., & Meidiana, D. A. (2025). Program penghijauan dengan menanam bibit pohon di Desa Kebonturi Kecamatan Arjawinangun. Akram Bakti: Jurnal        Pengabdian                            Masyarakat,                 2(2),                              17–27. https://journal.lppm.undaris.ac.id/index.php/AkramBakti/article/view/14

Putri, A. D., Vega, D., Salim, A., Hamzah, M., Hak, P., Hidayat, A., & Nur, I. (2026). Pemberdayaan masyarakat menuju lingkungan bersih melalui pembuatan dan pemasangan plang edukasi sampah. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka, 4(3), 3324–3333. https://bhinnekapublishing.com/ojsbp/index.php/Jpmb/article/view/1028

Saiful Hikmat, A. M. R., Pratiwi, G. S., Soraya, G. S., Sivanni, N., Sahroni, & Febrianti, S. I. (2025). Peran edukasi lingkungan dalam meningkatkan partisipasi masyarakat desa. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 14(2), 314–318. https://ojs.uninus.ac.id/JPKM/article/view/3525

Sami’un, S., Wijaya, I. K. K., Amirullah, A. F. K., & Irfan, I. (2025). Penanaman pohon peduli lingkungan hijau alam pada Desa Pelangan Kecamatan Sekotong. Community Development            Journal,                                       6(6),                        Article               54602. https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/cdj/article/view/54602

Related Articles

Back to top button