Opini

GMNI Sumbawa Apresiasi Respons Polda NTB, Tekankan Pentingnya Konsistensi dan Pembenahan Internal

YOGI SAPUTRA
Wakabid Ideologi dan Politik DPC GMNI Sumbawa.

Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sumbawa menyampaikan apresiasi atas respons terbuka dan sikap komunikatif jajaran Polda NTB terhadap kritik yang sebelumnya kami sampaikan terkait isu integritas dalam pemberantasan narkotika di wilayah Nusa Tenggara Barat.

Bagi kami GMNI Sumbawa, keterbukaan tersebut menunjukkan adanya ruang refleksi dan kemauan institusional untuk mendengar suara publik. Di tengah situasi ketika kepercayaan masyarakat sedang diuji, sikap responsif dan tidak defensif merupakan langkah awal yang penting. Respons tersebut kami pandang sebagai sinyal positif bahwa institusi tidak menutup diri terhadap evaluasi, serta menyadari bahwa legitimasi publik adalah elemen strategis dalam penegakan hukum.

Sejak awal, kritik yang kami sampaikan lahir dari kepedulian terhadap pentingnya konsistensi perang terhadap narkoba dan menjaga marwah institusi penegak hukum. Publik belum melupakan kasus di wilayah hukum Kota Bima, di mana pejabat strategis penegakan hukum pernah terseret dalam persoalan narkotika. Peristiwa tersebut bukan sekadar pelanggaran individu, melainkan pukulan terhadap kredibilitas struktur penegakan hukum itu sendiri. Ketika pucuk komando di wilayah rawan narkoba terlibat kasus serupa, yang dipertaruhkan bukan hanya reputasi personal, tetapi juga legitimasi institusi.

Dalam konteks itulah respons Polda NTB menjadi relevan dan penting. Namun demikian, kami menegaskan bahwa keterbukaan harus menjadi pintu masuk bagi pembenahan yang lebih substansial dan berkelanjutan. Respons yang baik hanya akan bermakna apabila diikuti dengan langkah konkret dan terukur.
Penguatan sistem pengawasan internal tidak boleh berhenti pada formalitas administratif.

Diperlukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme kontrol, pola pembinaan, serta penegakan disiplin yang konsisten tanpa pengecualian. Standar integritas pejabat strategis terutama di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi terhadap peredaran narkotika harus ditegakkan dengan parameter yang jelas dan ketat. Proses seleksi, promosi, dan penugasan hendaknya mempertimbangkan rekam jejak profesional serta komitmen etik secara menyeluruh.Selain itu, transparansi dalam proses evaluasi dan pembinaan internal menjadi elemen krusial dalam memulihkan kepercayaan publik. Masyarakat perlu diyakinkan bahwa setiap persoalan ditangani secara objektif, profesional, dan tidak berhenti pada penyelesaian administratif semata. Ketegasan ke dalam adalah fondasi ketegasan ke luar.
Pemberantasan narkotika bukan hanya soal intensitas operasi dan jumlah pengungkapan kasus. inimenyangkut kredibilitas institusi serta konsistensi moral aparat dalam menjalankan tugasnya. Integritas internal merupakan bagian tak terpisahkan dari strategi besar perang terhadap narkoba.

Di tengah ancaman peredaran narkotika yang masih nyata dan berdampak pada generasi muda di Sumbawa dan wilayah sekitarnya, komitmen pemberantasan harus dijalankan secara menyeluruh dan tegas dalam penindakan dan kokoh dalam menjaga integritas institusi.

GMNI Sumbawa akan tetap berada pada posisi kritis-konstruktif: mengapresiasi setiap langkah perbaikan yang nyata, sekaligus terus mengawal agar komitmen tersebut benar-benar diwujudkan dalam tindakan konkret dan berkelanjutan. Sebab pada akhirnya, kepercayaan publik hanya dapat dipulihkan melalui konsistensi, bukan sekadar pernyataan.

Related Articles

Back to top button