OpiniPemerintahan

Kelangkaan LPG 3 Kilogram Jadi Sorotan, Mahasiswa Temukan Keluhan Warga

Oleh : Hafiz Mutmainna
Mahasiswa Universitas Teknologi Sumbawa

Sumbawa, Fokus NTB – Kelangkaan gas LPG subsidi 3 kilogram menjadi perhatian dalam liputan yang dilakukan mahasiswa di Kabupaten Sumbawa. Berdasarkan hasil wawancara dengan salah seorang warga, masyarakat di duga mengaku kesulitan memperoleh LPG subsidi dengan kelangkaan penemuan gas LPG sehingga aktivitas rumah tangga sehari-hari ikut terdampak. Kondisi tersebut juga diikuti dengan beredarnya ajakan aksi demonstrasi pada akun media sosial yang dijadwalkan berlangsung pada 6 Juli 2026 sebagai bentuk penyampaian aspirasi kepada pihak terkait, dalam kegiatan tersebut juga akan di laksanakan pada beberapa lokasi yg telah di terapkan pada poster tersebut.

Dalam proses peliputan, narasumber menyampaikan bahwa gas LPG 3 kilogram semakin sulit ditemukan di sejumlah pangkalan maupun pengecer. Kalaupun tersedia, harga yang ditawarkan disebut lebih tinggi dari biasanya. Menurutnya, situasi tersebut menjadi beban tambahan bagi masyarakat yang bergantung pada LPG subsidi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sebagai mahasiswa yang melakukan peliputan, penulis menemukan bahwa keresahan masyarakat tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan LPG, tetapi juga harapan agar distribusi gas subsidi dapat berjalan lebih merata dan tepat sasaran. Ajakan demonstrasi yang beredar di media sosial menunjukkan adanya upaya sebagian masyarakat untuk menyampaikan aspirasi mereka secara terbuka kepada instansi terkait.

Hingga berita ini ditulis, penulis masih menunggu keterangan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab kelangkaan LPG subsidi serta langkah yang akan diambil untuk mengatasi persoalan tersebut. Dengan demikian, informasi yang disampaikan dalam berita ini merupakan hasil observasi lapangan dan wawancara yang dilakukan sebagai bagian dari peliputan mahasiswa.

CATATAN : ”Dari sudut pandang sebagai mahasiswa peliput, persoalan ini menunjukkan pentingnya penyampaian aspirasi masyarakat melalui pemberitaan yang berimbang dan berdasarkan fakta. Oleh karena itu, berita ini disusun sebagai hasil observasi lapangan dan wawancara untuk menggambarkan kondisi yang dirasakan masyarakat, tanpa bermaksud menyimpulkan atau menghakimi pihak mana pun, serta tetap membuka ruang bagi klarifikasi dari pihak terkait.”

Related Articles

Back to top button