
Lombok Timur, Fokus NTB – Berawal dari lubang sederhana yang digunakan sebagai tempat pembakaran sampah, kini hadir sebuah fasilitas dengan struktur yang lebih modern sebagai wujud nyata kepedulian kelompok mahasiswa KKN PMD Universitas Mataram di Desa Perian terhadap kebersihan lingkungan dan kesehatan masyarakat. Tempat pembakaran minim asap (Eco-Incinerator) berhasil dibangun di Telaga Biru tidak hanya untuk mengatasi permasalahan kebersihan, tetapi juga sebagai kontribusi nyata dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Telaga Biru yang terletak di Dusun Gunung Paok, Desa Perian, Kecamatan Montong Gading, Kabupaten Lombok Timur, merupakan salah satu destinasi wisata pilihan yang menarik bagi wisatawan. Keindahan danau berwarna biru yang berpadu dengan hamparan hijau di sekelilingnya, serta keberadaan pedagang makanan dan minuman dengan harga terjangkau, menjadi daya tarik tersendiri.. Namun, aktivitas wisata dan UMKM di kawasan tersebut turut meningkatkan volume sampah.
Selama ini, sampah yang terkumpul dibakar di lubang sederhana untuk mencegah penumpukan, tetapi cara tersebut menimbulkan asap yang berdampak buruk bagi kesehatan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, kelompok mahasiswa KKN PMD Unram Desa Perian hadir untuk memberikan solusi dengan cara membangun Eco-Incinerator sebagai tempat pembakaran sampah minim asap.

Ketua KKN PMD Unram Desa Perian, Muhammad Alfianul Hakim mengatakan bahwa, “Eco-Incinerator ini dibangun karena kami melihat bahwa tempat pembakaran sampah di kawasan Telaga Biru masih bersifat sederhana. Penumpukan sampah yang kemudian dibakar, terutama saat wisatawan berkunjung, dapat menimbulkan ketidaknyamanan serta mengurangi keindahan kawasan wisata. Oleh karena itu, Eco-Incinerator dihadirkan sebagai solusi agar sampah dapat langsung dibuang dan dibakar dengan asap yang minimal, sehingga tidak terjadi lagi penumpukan sampah maupun munculnya asap tebal akibat proses pembakaran.” ucapnya.
Pembangunan Eco-Incinerator ini disambut dengan antusias oleh pengelola Telaga Biru. Hal tersebut tercermin dari terjalinnya kolaborasi dan kerja sama yang dilandasi semangat gotong royong antara pengelola dan mahasiswa KKN PMD Unram Desa Perian sejak dimulainya proses pembangunan pada 14 Januari 2026.
Ketua Pengelola Telaga Biru, Hasbi mengatakan bahwa, “Tempat sampah yang tersedia di sini sudah banyak, tetapi dengan model seperti ini belum pernah kami lihat sebelumnya. Saya bersama teman-teman yang lain sangat berterima kasih sudah dibangunkan tempat pembakaran sampah ini, karena awalnya memang hanya lubang sederhana saja ” ujarnya.

Muhammad Alfianul Hakim, selaku ketua KKN PMD Unram Desa Perian mengungkapkan, “Pembangunan Eco-Incinerator ini memang menjadi salah satu program kerja yang kami rencanakan selama KKN di desa ini. Kami berharap pembangunan ini bukan semata-mata hanya menuntaskan tugas, tetapi dapat digunakan dengan baik dalam mengatasi permasalahan sampah dan hadir sebagai solusi atas masalah yang dihadapi” ungkapnya.
Pembangunan Eco-Incinerator ini memiliki keterkaitan yang erat dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDGs 11 Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, SDGs 12 Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDGs 13 Penanganan Perubahan Iklim, serta SDGs 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. (Penulis: Nanda Wirawan).



