Pemerintahan

Disos Sumbawa Terima Logistik dari Kemensos RI Senilai 137 Juta, Siap Disalurkan

Sumbawa, Fokus NTB – Dalam upaya mengantisipasi dampak cuaca ekstrem yang melanda wilayahnya, Pemerintah Kabupaten Sumbawa melalui Dinas Sosial (Disos) memperkuat kesiapsiagaan bencana dengan mendistribusikan bantuan logistik darurat senilai ratusan juta rupiah dari pemerintah pusat.

Bantuan yang terdiri atas berbagai kebutuhan pokok dan penunjang hidup ini telah tiba dan akan segera disalurkan ke titik-titik rawan bencana.

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Disos Sumbawa, Syarifah, S.Sos., M.Si., memastikan kesigapannya.

“Ini merupakan bentuk komitmen dan kesiap-siagaan pemerintah dalam penanggulangan bencana alam. Mengingat saat ini Kabupaten Sumbawa sedang dilanda cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan keadaan darurat,” tegas Syarifah, Senin (26/01/2026).

Ia menjelaskan, tim logistik Taruna Siaga Bencana (Tagana) telah menjemput dan membawa bantuan tersebut dari Kementerian Sosial RI melalui Dinas Sosial Provinsi NTB. Berdasarkan Berita Acara Serah Terima Barang, total nilai bantuan yang diterima mencapai Rp137.481.650.

“Pada hari ini, bantuan barang persiapan habis pakai tersebut telah berada di Kabupaten Sumbawa dan sedang dalam proses bongkar muat. Siang ini bantuannya dibongkar untuk segera ditata dan diserahkan kepada masyarakat yang terdampak bencana,” jelas Syarifah lebih lanjut.

Bantuan yang akan segera didistribusikan tersebut sangat komprehensif, dirancang untuk memenuhi kebutuhan dasar kelompok rentan, termasuk anak-anak. Rinciannya antara lain 200 paket makanan siap saji, 200 paket makanan anak, 50 lembar tenda gulung, 50 paket kids ware (perlengkapan anak), dan 50 paket family kit (perlengkapan keluarga).

Selain itu, terdapat juga 100 paket lauk pauk siap saji untuk mendukung asupan gizi, 70 lembar kasur, 50 lembar selimut, serta masing-masing 25 paket sandang (pakaian) untuk dewasa dan anak. Keragaman bantuan ini menunjukkan pendekatan penanggulangan yang menyeluruh, tidak hanya fokus pada pangan tetapi juga papan, sandang, dan kenyamanan psikologis korban, terutama anak-anak.

Kehadiran bantuan ini dinilai tepat waktu, mengingat peningkatan intensitas curah hujan dan potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang.

Langkah proaktif ini diharapkan dapat meminimalisir dampak yang ditimbulkan bila bencana terjadi, memastikan bantuan segera tersedia di lokasi tanpa harus menunggu masa tanggap darurat.

“Kesiapan logistik menjadi kunci dalam fase tanggap darurat. Dengan barang-barang ini sudah on site, kita bisa bergerak cepat untuk memberikan pertolongan pertama dan dukungan hidup yang memadai bagi warga yang terdampak,” imbuh Syarifah.

Distribusi bantuan akan diprioritaskan pada daerah-daerah yang telah teridentifikasi memiliki kerentanan tinggi berdasarkan pemetaan risiko bencana dan laporan dari posko di tingkat kecamatan.

Koordinasi dengan BPBD, Tagana, dan unsur muspika akan terus diperkuat untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan tepat waktu.

Langkah antisipatif ini mendapatkan apresiasi dari berbagai kalangan. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, mengikuti arahan dari pihak berwenang, dan segera melaporkan kejadian bencana melalui saluran komunikasi yang telah disediakan.

Dengan sinergi antara kesiapan pemerintah dan kewaspadaan masyarakat, diharapkan risiko bencana alam di Kabupaten Sumbawa dapat dikelola dengan lebih baik.

Related Articles

Back to top button