Peringati May Day dan Hardiknas, LMND Sumbawa Bersama Aliansi Gelar Mimbar Bebas

Sumbawa Besar, Fokus NTB – 1 Mei 2026, dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) dan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), LMND Sumbawa bersama aliansi yang tergabung menggelar mimbar bebas dan aksi penyebaran selebaran di depan kantor Bupati, Kabupaten Sumbawa.
Dalam aksi tersebut, massa menyoroti berbagai persoalan pendidikan dan ketenagakerjaan yang hingga hari ini dinilai masih memperlihatkan ketimpangan sosial. Mereka menilai akses pendidikan yang belum merata, tingginya biaya pendidikan, hingga minimnya perhatian terhadap masyarakat kecil menjadi persoalan yang harus segera diselesaikan oleh pemerintah.
Ketua LMND Sumbawa, Bung Risky Ariansyah menilai pendidikan seharusnya menjadi ruang untuk membangun kesadaran, membentuk manusia yang kritis, serta membuka jalan menuju kehidupan yang lebih adil.

“Namun kenyataannya, banyak masyarakat dari kalangan buruh dan rakyat kecil masih mengalami kesulitan memperoleh pendidikan yang layak. Kondisi tersebut dinilai turut berdampak pada lahirnya tenaga kerja murah yang rentan terhadap eksploitasi,” ujarnya, Jumat (1/5/2026).
Dalam mimbar bebas itu, massa aksi menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya pemerataan pendidikan bagi seluruh masyarakat, perbaikan fasilitas sekolah khususnya di wilayah pelosok, serta pembayaran layak bagi guru honorer yang selama ini dinilai belum mendapatkan perhatian serius dari pemerintah.
Sekretaris LMND Sumbawa, Martina Miftahul Jannah yang akrab disapa Ita, menegaskan bahwa buruh bukan sekadar alat produksi, melainkan manusia yang memiliki hak hidup layak, kesejahteraan, dan masa depan yang harus dijamin negara.
“Buruh bukan sekadar alat produksi, tetapi manusia yang memiliki tubuh, luka, harapan, dan cita-cita akan kesejahteraan. Karena itu negara harus hadir menjamin hak-hak buruh serta menciptakan sistem pendidikan dan ketenagakerjaan yang berpihak kepada rakyat,” ujar Ita.
Massa aksi juga menegaskan bahwa May Day dan Hardiknas merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Menurut mereka, kondisi pendidikan hari ini masih melahirkan pekerja dengan upah murah dan minim perlindungan. Oleh sebab itu, perjuangan pendidikan dan perjuangan buruh harus berjalan bersama demi terciptanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat.
Aksi berlangsung secara damai dengan diisi orasi dan pembagian selebaran kepada masyarakat.



