Mahasiswa KKN PMD Universitas Mataram Sosialisasikan Alat Pembakaran Sampah Minim Asap di Dusun Batu Nyala

Lombok Timur, Fokus NTB – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Mataram Desa Surabaya Utara Tahun 2025/2026 melaksanakan kegiatan sosialisasi alat pembakaran sampah minim asap menggunakan drum bekas yang bertempat di Dusun Batu Nyala, Desa Surabaya Utara, Kecamatan Sakra Timur, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Kamis (15/01/2026).
Kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh Sekretaris Desa Surabaya Utara, Kepala Dusun Batu Nyala, Ketua RT setempat, serta masyarakat desa. Kehadiran unsur pemerintah desa dan tokoh masyarakat tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap program kerja mahasiswa KKN yang berfokus pada pengelolaan lingkungan dan pengurangan pencemaran udara.
Acara diawali dengan kata sambutan dari Ketua KKN Desa Surabaya Utara 2025/2026, Rangga Eka Saputra. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas sambutan serta dukungan masyarakat terhadap program kerja yang dilaksanakan mahasiswa KKN. Ia menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi ini dilatarbelakangi oleh permasalahan pengelolaan sampah rumah tangga yang masih sering menimbulkan pencemaran udara akibat pembakaran sampah secara terbuka.
“Oleh karena itu, kami memperkenalkan inovasi sederhana berupa alat pembakaran sampah minim asap yang dibuat dari drum bekas. Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat Desa Surabaya Utara dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai pengelolaan sampah rumah tangga yang ramah lingkungan serta mampu menerapkan teknologi sederhana ini secara mandiri dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Rangga.
Selanjutnya, penyambutan dan kata sambutan disampaikan oleh perwakilan masyarakat desa, Pak Rusli. Dalam sambutannya, Pak Rusli menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada mahasiswa KKN Universitas Mataram atas inisiatif dan kepedulian terhadap permasalahan lingkungan di Desa Surabaya Utara. Ia menyampaikan bahwa alat pembakaran sampah minim asap berbahan drum bekas ini merupakan inovasi sederhana namun sangat bermanfaat bagi masyarakat desa.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Ilyas Syamsul Bahri selaku pemateri. Dalam pemaparannya, dijelaskan konsep kerja alat pembakaran sampah minim asap, tahapan pembuatan menggunakan drum bekas, cara penggunaan yang aman, serta keunggulan alat yang mampu menghasilkan pembakaran lebih sempurna sehingga dapat mengurangi asap, bau, dan dampak negatif terhadap kesehatan dan lingkungan.
Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat Desa Surabaya Utara mengenai alternatif pengelolaan sampah rumah tangga yang lebih ramah lingkungan, aman, dan ekonomis. Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan teknologi tepat guna berupa alat pembakaran sampah minim asap berbahan drum bekas, sehingga masyarakat dapat mengurangi pencemaran udara akibat pembakaran sampah terbuka, meningkatkan efisiensi proses pembakaran, serta mendorong terbentuknya perilaku peduli lingkungan secara berkelanjutan.
Dalam sosialisasi tersebut juga dijelaskan jenis-jenis sampah yang dapat dibakar menggunakan alat pembakaran sampah minim asap ini. Sampah yang dianjurkan untuk dibakar antara lain sampah organik kering seperti daun kering dan ranting kecil, serta sampah anorganik nonberbahaya seperti kertas, kardus, dan plastik rumah tangga tertentu yang sudah dipilah dan dikeringkan. Sementara itu, sampah yang mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3), seperti baterai, kaleng aerosol, karet, dan limbah medis, tidak dianjurkan untuk dibakar karena berpotensi menimbulkan pencemaran dan membahayakan kesehatan.
Alat pembakaran sampah minim asap berbahan drum bekas ini memiliki kapasitas tampung sekitar ±5 kilogram sampah kering dalam satu kali proses pembakaran. Dengan kapasitas tersebut, alat ini mampu membakar sampah secara lebih efisien dalam waktu relatif singkat dengan tingkat asap yang lebih rendah dibandingkan pembakaran terbuka, sehingga sesuai digunakan untuk skala rumah tangga maupun lingkungan permukiman.

Sebagai bagian dari evaluasi kegiatan, mahasiswa KKN juga melaksanakan pre-test dan posttest kepada peserta sosialisasi. Pre-test dilakukan sebelum penyampaian materi untuk mengetahui tingkat pemahaman awal masyarakat terkait permasalahan pembakaran sampah dan dampaknya terhadap kesehatan serta lingkungan. Sementara itu, post-test dilaksanakan setelah kegiatan sosialisasi guna mengukur peningkatan pemahaman masyarakat mengenai konsep, fungsi, dan cara penggunaan alat pembakaran sampah minim asap. Hasil evaluasi ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta, yang menandakan bahwa kegiatan sosialisasi berjalan efektif dan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Universitas Mataram berharap masyarakat Desa Surabaya Utara dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah rumah tangga yang ramah lingkungan, mengurangi kebiasaan pembakaran sampah secara terbuka, serta mampu menerapkan dan mengembangkan penggunaan alat pembakaran sampah minim asap secara mandiri. Diharapkan pula kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan lingkungan desa yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan melalui partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.
(Tim KKN Universitas Mataram Desa Surabaya Utara 2025/2026: Rangga, Gaisya, Rury, Ilyas, Ivan, Elsa, Yunda, Ziyad, Pahariah, Widi)


