Budaya

Lurah Pekat Bicara Kepemimpinan: Generasi Muda Jangan Kehilangan Akar Budaya

SUMBAWA, FOKUS NTB — Lurah Kelurahan Pekat, Arie Afriliansyah, S.E., menekankan pentingnya menjadikan adat dan budaya Sumbawa sebagai fondasi dalam membentuk kepemimpinan generasi muda. Kepemimpinan yang kuat, menurut gagasan yang diangkat dalam sesi tersebut, harus berakar pada nilai-nilai lokal agar mampu melahirkan pemimpin berkarakter ke-Samawa-an.

Pesan tersebut menjadi bagian dari materi yang diangkat Arie dalam kegiatan FIRS Leadership School yang diselenggarakan Forum Ilmiah Remaja Sumbawa (FIRS) di SMK Islam Farmasi Sumbawa, Sabtu (17/10/2026).

Dalam sesi bertajuk “Kepemimpinan Berbasis Nilai Adat & Budaya Sumbawa”, kepemimpinan ditempatkan bukan semata-mata sebagai kemampuan mengarahkan orang lain atau mengambil keputusan, melainkan juga sebagai tanggung jawab untuk menjaga nilai, identitas, dan jati diri masyarakat.

Gagasan Leadership Berasaskan Budaya dan Rapang Adat Tau ke Tana Samawa menjadi penekanan penting dalam pembahasan tersebut. Nilai adat dan budaya dipandang sebagai salah satu pijakan untuk membangun karakter generasi muda agar memiliki identitas yang kuat sekaligus mampu menjawab tantangan zaman.

Pemimpin muda yang berkarakter ke-Samawa-an diharapkan tidak hanya memiliki kecakapan, keberanian, dan kemampuan berpikir kritis, tetapi juga memahami akar budayanya, menghormati nilai-nilai luhur daerah, serta memiliki kepedulian terhadap masyarakat.

Di tengah perubahan sosial dan perkembangan zaman, penguatan identitas budaya menjadi bagian penting dari proses pembentukan kepemimpinan. Generasi muda perlu didorong untuk terbuka terhadap pengetahuan dan inovasi tanpa tercerabut dari nilai-nilai yang membentuk karakter masyarakat Sumbawa.

Kegiatan FIRS Leadership School sendiri mengusung tema “Membangun Remaja Sumbawa yang Berdaya, Berkarya, dan Berbudaya.” Program ini dirancang sebagai ruang pembelajaran bagi remaja untuk mengembangkan kapasitas diri, memperkuat karakter, serta memahami peran mereka dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah.

Selain Arie Afriliansyah, kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dengan perspektif berbeda. Materi mengenai kepemimpinan, demokrasi, dan peran generasi muda menjadi bagian dari rangkaian sesi, disusul pembahasan tentang potensi diri, masa depan, dan kepemimpinan berdampak oleh H. Ahmad Salim, S.T., M.M., Senior Manager External Relationship Amman Mineral.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Camat Sumbawa, Ardiyansyah, S.AP., dan diikuti sebagai bagian dari upaya pengembangan kapasitas generasi muda melalui kolaborasi organisasi kepemudaan, pemerintah, dunia pendidikan, dan sektor usaha.

Bagi FIRS, penguatan kepemimpinan generasi muda tidak cukup berhenti pada penguasaan teori dan keterampilan organisasi. Pembentukan karakter, pemahaman budaya, serta kemampuan menerjemahkan nilai-nilai tersebut ke dalam tindakan nyata juga menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi penerus.

Melalui FIRS Leadership School, diharapkan lahir generasi muda Sumbawa yang berani mengambil peran, mampu berkarya, dan siap menghadapi masa depan dengan tetap menjadikan budaya daerah sebagai bagian dari identitas kepemimpinannya.

Rapang Adat Tau ke Tana Samawa dalam konteks ini menjadi pengingat bahwa kemajuan generasi muda dan pelestarian jati diri budaya dapat berjalan beriringan. Kepemimpinan masa depan bukan hanya tentang seberapa jauh seseorang mampu melangkah, tetapi juga tentang nilai-nilai yang tetap dibawanya dalam perjalanan tersebut.

Related Articles

Back to top button