Dari Terabaikan Jadi Terawat: Aksi Nyata KKN UNRAM Selamatkan Ribuan Gaharu di Senaru

Lombok Utara, Fokus NTB — Sebanyak 2000 batang tanaman gaharu yang berada di Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Senaru menunjukkan kondisi pertumbuhan yang semakin baik setelah mendapatkan perawatan intensif dari mahasiswa Kuliah Kerja Nyata
(KKN) Universitas Mataram, Minggu (18/1/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya rehabilitasi dan penguatan fungsi hutan melalui pendekatan konservasi berbasis edukasi dan pemberdayaan masyarakat. Perawatan yang dilakukan meliputi pembuatan piringan tanah dengan diameter sekitar satu meter di sekeliling batang gaharu untuk mengurangi kompetisi gulma serta meningkatkan penyerapan air dan unsur hara. Selain itu, mahasiswa KKN juga melakukan penanaman dan penyulaman terhadap 100 bibit gaharu baru pada titik-titik tanaman yang sebelumnya mati atau tercabut. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga kepadatan dan keberlanjutan tegakan gaharu di kawasan tersebut.

Gaharu (Gyrinops versteegii) merupakan salah satu komoditas hasil hutan bukan kayu bernilai ekonomi tinggi. Tanaman ini pernah dibudidayakan secara massal di kawasan Senaru pada periode 1998–2003, dan kembali dilakukan penanaman pada tahun 2025. Namun demikian, kurangnya perawatan serta minimnya pemahaman masyarakat mengenai nilai jangka panjang gaharu menyebabkan banyak tanaman tidak terawat, bahkan kerap dicabut oleh warga. Mahasiswa KKN Universitas Mataram menilai bahwa persoalan
utama bukan hanya pada aspek teknis budidaya, tetapi juga pada rendahnya literasi masyarakat terkait potensi ekonomi gaharu.
“Gaharu memang membutuhkan waktu puluhan tahun untuk menghasilkan nilai jual, tetapi ketika memasuki masa panen, nilainya bisa sangat tinggi. Karena itu, penting untuk merawatnya sejak dini,” ujar salah seorang mahasiswa KKN di lokasi kegiatan.
Selain perawatan fisik tanaman, mahasiswa juga memperkenalkan penggunaan pupuk organik berbahan dasar nasi yang difermentasi. Pupuk ini dibuat dari bahan lokal yang mudah
diperoleh masyarakat dan diharapkan dapat menjadi alternatif pemupukan yang ramah lingkungan serta berkelanjutan. Edukasi ini sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih mandiri dalam pengelolaan sumber daya hutan tanpa bergantung pada input kimia. Kegiatan perawatan gaharu ini tidak hanya difokuskan pada aspek konservasi, tetapi juga diarahkan untuk membuka peluang ekonomi hijau bagi masyarakat Desa Senaru. Gaharu diproyeksikan sebagai aset jangka panjang desa yang dapat memberikan sumber pendapatan berkelanjutan, sekaligus mendukung pengembangan ekowisata berbasis edukasi lingkungan.

Seorang warga Desa Senaru menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, dengan pengelolaan yang tepat, gaharu tidak hanya bernilai ekonomis, tetapi juga
dapat menjadi daya tarik wisata edukatif yang mengenalkan pentingnya pelestarian hutan kepada generasi muda dan wisatawan. “Jika dirawat dengan baik, gaharu bisa menjadi investasi desa dan warisan berharga di masa depan,” ujarnya.
Melalui sinergi antara mahasiswa,
masyarakat, dan pengelola kawasan hutan, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga dan memanfaatkan sumber daya hutan secara lestari. Upaya ini sekaligus menjadi contoh nyata peran perguruan tinggi dalam mendukung
pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal.



