
Lombok Timur, Fokus NTB – Mahasiswa KKN PMD Universitas Mataram Desa Surabaya Utara, Kecamatan Sakra Timur, Kabupaten Lombok Timur melaksanakan kegiatan sosialisasi bertema ”Pelatihan Pembuatan Briket Eco-Energy” di kantor desa Surabaya Utara, Rabu (7/1/2026). Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja mahasiswa KKN Universitas Mataram yang bertujuan untuk meningkat pemahaman masyarakat desa Surabaya Utara mengenai pemanfaatan limbah organik sebagai sumber energi alternatif. Selain itu, program ini diharapakan mampu menciptakan keterampilan baru yang dapat diterapakan sebagai solusi energi ramah lingkungan.
Tanaman kelapa sebagai komoditas yang kebermanfaatannya sangat kompleks digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari manusia. Bagian dari tanaman ini terbagi atas pohon, akar, batang, dan daun yang dapat diolah menjadi produk tertentu. Salah satu pemanfaatan dari bagian tanaman kelapa yakni tempurung kelapa yang dijadikan sebagai briket. Briket tempurung kelapa di pilih karena banyaknya limbah tempurung kelapa di desa Surabaya Utara. Hal ini didukung banyaknya tanaman kelapa. Oleh karena itu, mahasiswa KKN Universitas Mataram menjadikan sosialisasi ini sebagai wadah untuk pengembangan ekonomi berbasis inovasi ramah lingkungan.
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Kepala Desa Surabaya Utara, Ahmad Rusdan. Dalam sambutannya ia menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa KKN Universitas Mataram dalam memberikan edukasi dan solusi untuk mengelola limbah organik.
”Kami sangat berterima kasih kepada mahasiswa KKN Universitas Mataram. Sosialisasi ini tidak hanya memberikan pengetahuan baru bagi masyarakat tentang pemanfaatan limbah menjadi energi alternatif yang ramah lingkungan, tetapi juga membuka wawasan kami terhadap peluang usaha berbasis inovasi ramah lingkungan. Kami juga berharap adik-adik KKN selanjutnya dapat menruskan program kerja yang sifatnya mengolah limbah organik yang ada di desa kami,” ungkap Ahmad Rusdan.
Ketua KKN Universitas Mataram, Rangga Eka Saputra juga menyampaikan harapannya agar kegiatan ini memberi dampak jangka panjang bagi masyarakat desa Surabaya Utara. Ia menambahkan bahwa melalui program ini, kami sangat berharap ilmu dan pengetahuan yang telah kami terima dari kampus bisa kami salurkan dapat bermanfaat bagi masyarakat.

Penyampaian materi dalam kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan oleh Ketua dan Humas, yaitu Rangga Eka Saputra dan Putra Ivan Mahendra. Keduanya menyampaikan penjelasan mengenai konsep dasar briket, tujuan pelaksanaan program, serta manfaat penggunaan briket sebagai sumber energi alternatif yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomis bagi masyarakat. Selain itu, materi juga mencakup pengenalan bahan-bahan yang digunakan serta tahapan prosedural dalam proses pembuatan briket dari tempurung kelapa.
Pada sesi berikutnya, Rangga dan Ivan memaparkan aspek pemasaran briket sebagai bagian dari upaya keberlanjutan program. Pemaparan tersebut meliputi strategi pengemasan produk, penentuan harga, serta pemanfaatan media sosial dan jaringan lokal sebagai sarana promosi. Melalui materi ini, diharapkan masyarakat memperoleh wawasan mengenai peluang usaha berbasis potensi lokal dan mampu meningkatkan daya saing produk briket di pasar. Dari produk yang dihasilkan briket arang diberi nama: BRI-SUTRA (Briket-Surabaya Utara).
Kegiatan ini berlangsung secara interaktif dengan arahan dari Rangga dan Ivan, dimana audiens tidak hanya menyimak materi, tetapi juga aktif bertanya dan memberikan saran.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Universitas Mataram berharap dapat terus berkontribusi dalam menciptakan inovasi. (Tim KKN Universitas Mataram Desa Surabaya Utara: Rangga, Ivan, Elsa, Yunda, Ziyad, Ilyas, Pahariah, Widi, Rury, Gaisya).



