BisnisEdukasi

Tim Pengabdian Masyarakat Program Studi Biologi FMIPA Universitas Mataram Gelar Pelatihan Diversifikasi Olahan Ikan di Desa Kuranji Lombok Barat

MATARAM – Tim Pengabdian Masyarakat dari Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Mataram bersama warga Desa Kuranji, Lombok Barat, menggelar program diversifikasi produk olahan berbasis ikan yang menyasar Kelompok Usaha Bersama (KUB) Pade Girang. Kegiatan yang dibimbing oleh Dr. Sarkono, S.Si., M.Si. dan A.A Ngurah Nara Kusuma, S.Pd., M.Si. ini dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu penyuluhan pada (17/7/2026) yang dihadiri pemangku desa dan masyarakat, serta pelatihan praktis pembuatan abon ikan tongkol pada (24/7/2026) dengan memperkenalkan teknik spinner untuk menjaga kualitas dan daya simpan produk. Inisiatif ini muncul karena selama ini masyarakat nelayan Desa Kuranji hanya menjual hasil tangkapan dalam bentuk segar sehingga nilai jualnya rendah, dan tim pengabdian hadir untuk memberikan keterampilan mengolah ikan menjadi produk bernilai tambah.

Desa Kuranji merupakan wilayah pesisir yang mayoritas penduduknya berprofesi sebagai nelayan. Ikan tongkol menjadi salah satu hasil yang banyak ditangkap di perairan sekitar desa ini. Namun, selama ini hasil tangkapan dijual secara langsung tanpa diolah menjadi produk. Sehingga harga jual ikan sangat bergantung pada kondisi pasar dan mudah turun saat pasokan sedang melimpah. Kondisi ini membuat pendapatan nelayan tidak stabil dan sulit untuk meningkat. Tim pengabdian dari Prodi Biologi FMIPA UNRAM bersama-sama dengan KUB untuk belajar dan berinovasi melalui program diversifikasi produk olahan berbasis ikan. Pengolahan ikan menjadi suatu produk seperti abon, dapat meningkatkan nilai jualnya dan para nelayan tidak lagi bergantung pada kondisi pasar.

Pada sesi penyuluhan yang diselenggarakan di Balai Desa Kuranji (17/7/2026), Dr. Sarkono selaku ketua tim pengabdian dan Sekretaris Desa Kuranji memberikan sambutan singkat. Bapak Sarkono, selaku ketua Tim Pengabdian menyampaikan penyelenggaraan penyuluhan ini dilakukan karena melihat masyarakat nelayan Kuranji hanya menjual hasil tangkapan ikannya secara langsung tanpa diolah menjadi produk olahan yang memiliki nilai jual yang lebih tinggi dibandingkan dengan menjual ikannya secara langsung (mentah). “Kami sangat antusias atas adanya program ini. Semoga dengan adanya program pengabdian ini, masyarakat KUB Pade Girang dapat meningkatkan keterampilan dan pendapatan masyarakat Kuranji,” papar Ibu Sekretaris Desa Kuranji. Setelah sambutan, dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Bapak Nara selaku tim pengabdian tentang berbagai macam olahan ikan menjadi produk bernilai tambah beserta keunggulannya.

Pada sesi pelatihan (24/7/2026), masyarakat diajarkan langkah-langkah pembuatan abon ikan tongkol mulai dari proses pembersihan ikan, pengukusan, penyuwiran, penggorengan, hingga cara packing. Program ini juga melibatkan mahasiswa KKN Universitas Mataram yang sedang bertugas di Desa Kuranji. Tim pengabdian juga memperkenalkan teknik spinner, yaitu proses pengeringan abon setelah digoreng untuk mengurangi kadar minyak. Teknik ini penting karena abon yang diolah dengan spinner memiliki tekstur lebih kering, renyah dan daya simpannya lebih lama. Selain itu, penyuwiran dilakukan dengan alat choper sehingga mendapatkan ukuran partikel daging ikan yang kecil, seragam dan lebih higenis. Tahap akhir dari pelatihan ini adalah pengenalan teknik pengemasan yang tepat. Masyarakat diajarkan bagaimana mengemas abon ikan tongkol dengan menggunakan plastik kemasan yang aman digunakan untuk produk makanan (food grade). Hal ini bertujuan untuk menjaga kualitas, kebersihan, dan daya tarik produk saat dipasarkan.

Target utama dari program ini adalah meningkatkan kesejahteraan KUB Pade Girang melalui peningkatan nilai jual hasil perikanan. Dengan adanya pelatihan ini, para masyarakat belajar keterampilan mengolah ikan tongkol menjadi abon bergizi yang tahan lama dan bernilai jual lebih tinggi. diharapkan masyarakat dapat terus mengembangkan produk ini secara mandiri dan konsisten, sehingga mampu menciptakan sumber pendapatan alternatif yang stabil di luar hasil tangkapan segar. Selain itu, dengan dukungan dari berbagai pihak, produk abon ikan asal Desa Kuranji diharapkan dapat dikenal lebih luas dan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

Related Articles

Back to top button