BisnisEdukasi

Tak Lagi Berhenti di Pengepul, KKN-PMD Universitas Mataram Dorong Kakao Desa Bebidas Naik Kelas Menjadi Produk Bernilai Tinggi

Lombok Timur, Fokus NTB – Di balik hijaunya hamparan kebun kakao yang membentang di Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur, tersimpan sebuah ironi. Desa ini dikenal sebagai salah satu sentra penghasil kakao, namun sebagian besar hasil panennya masih dijual dalam bentuk biji mentah kepada pengepul. Nilai ekonomi terbesar justru dinikmati setelah kakao meninggalkan desa, sementara petani hanya memperoleh keuntungan yang terbatas.

Potensi besar yang belum tergarap secara maksimal inilah yang mendorong Kelompok Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (KKN-PMD) Universitas Mataram Periode Juli – Agustus 2026 menghadirkan sebuah gerakan pemberdayaan bertajuk Sosialisasi Pengolahan Kakao, Pengemasan, dan Pemasaran. Mengusung semangat “Dari Kebun Menjadi Produk Bernilai Tinggi”, kegiatan ini tidak sekadar mengajarkan cara mengolah kakao, tetapi mengajak masyarakat membangun rantai nilai (value chain) dari hulu hingga hilir agar manfaat ekonomi tetap berada di Desa Bebidas.

Kegiatan yang dihadiri oleh petani kakao, Karang Taruna, ibu-ibu PKK, perangkat desa, pelaku UMKM, dan masyarakat umum tersebut menjadi ruang berbagi pengetahuan mengenai bagaimana kakao lokal dapat bertransformasi menjadi bubuk cokelat berkualitas yang siap dipasarkan. Peserta diperkenalkan pada proses pengolahan pascapanen, teknik menghasilkan bubuk cokelat, pentingnya kemasan yang menarik, pembangunan identitas merek, hingga strategi pemasaran digital sebagai bekal menghadapi persaingan pasar yang semakin kompetitif. Seluruh materi dirancang untuk menjawab tantangan yang selama ini dihadapi petani, yaitu rendahnya nilai jual akibat ketergantungan pada penjualan biji kakao mentah.

Bagi mahasiswa KKN-PMD Universitas Mataram, kakao Desa Bebidas bukan sekadar komoditas perkebunan, melainkan aset strategis yang mampu menjadi penggerak ekonomi desa apabila dikelola secara inovatif. Ketika kakao diolah menjadi produk siap konsumsi, diberi merek yang kuat, dikemas secara profesional, dan dipasarkan secara luas, maka nilai tambah yang sebelumnya hilang dapat kembali dinikmati oleh masyarakat. Dari sinilah peluang lahirnya UMKM baru, peningkatan pendapatan keluarga, hingga terbukanya lapangan kerja berbasis potensi lokal mulai terbentuk.

Lebih dari sekadar kegiatan sosialisasi, program ini membawa visi jangka panjang untuk mewujudkan “Kampung Cokelat Bebidas”, sebuah identitas baru yang menempatkan Desa Bebidas bukan hanya sebagai penghasil kakao, tetapi sebagai sentra produk olahan cokelat yang memiliki kualitas, daya saing, dan nilai ekonomi tinggi. Visi tersebut hanya dapat terwujud melalui kolaborasi seluruh elemen desa, mulai dari petani, pemerintah desa, pemuda, kelompok perempuan, hingga pelaku UMKM, sehingga tercipta ekosistem usaha kakao yang berkelanjutan.

Inisiatif ini juga menjadi implementasi nyata Sustainable Development Goals (SDGs). Program berkontribusi pada SDG 1 (Tanpa Kemiskinan) melalui peningkatan nilai tambah yang berpotensi meningkatkan pendapatan petani; SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dengan mendorong lahirnya usaha baru berbasis kakao; SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui penerapan inovasi pengolahan, pengemasan, branding, dan pemasaran produk lokal; serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) karena mendorong pemanfaatan hasil pertanian menjadi produk bernilai tinggi yang lebih efisien dan berkelanjutan.KKN-PMD Universitas Mataram meyakini bahwa masa depan kakao Desa Bebidas tidak ditentukan oleh seberapa banyak hasil panen yang diproduksi, melainkan oleh kemampuan masyarakat mengolah, mengemas, memasarkan, dan membangun identitas produknya sendiri. Dari kebun-kebun kakao di lereng Wanasaba, sebuah harapan sedang ditanam: menjadikan Desa Bebidas sebagai Kampung Cokelat yang mampu mengangkat kesejahteraan masyarakat melalui inovasi, kolaborasi, dan pemberdayaan berbasis potensi lokal.

Related Articles

Back to top button