Edukasi

Wujudkan SDG 4, Mahasiswa KKN Desa Sapit 2 Bersama Relima Dorong Minat Baca Anak melalui Program Literasi

Lombok Timur, Fokus NTB – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Desa Sapit 2 Universitas Mataram terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan budaya literasi masyarakat melalui berbagai program yang dilaksanakan di TBM Puan Aksara, Dusun Pesugulan Lelemer, Desa Sapit, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program KKN Tematik Literasi yang bermitra dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) sebagai upaya mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4, yaitu Pendidikan Berkualitas (Quality Education).

Sejak awal pelaksanaan KKN pada Juli 2026, mahasiswa secara rutin mengunjungi TBM Puan Aksara hampir setiap hari untuk menjalankan berbagai program literasi yang telah dirancang bersama. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi membaca nyaring (read aloud), mengulas buku, membuat projek berbasis buku bacaan, hingga permainan edukatif dan interaktif, yang bertujuan menumbuhkan minat baca anak sejak usia dini.

Program ini juga mendapat dukungan dari Relawan Literasi Masyarakat (Relima) sebagai mitra literasi. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sehingga anak-anak semakin dekat dengan buku dan terbiasa membaca dalam kehidupan sehari-hari.

Setiap kegiatan diikuti sekitar 20 hingga 30 anak dari Desa Sapit. Antusiasme peserta terlihat sejak awal hingga akhir kegiatan. Anak-anak tidak hanya mendengarkan cerita yang dibacakan, tetapi juga aktif berdiskusi, menjawab pertanyaan, dan menceritakan kembali isi bacaan dengan penuh percaya diri.

Pengelola TBM Puan Aksara sekaligus perwakilan Relima, Navia Fathona Handayani, menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, kehadiran mahasiswa KKN memberikan semangat baru dalam menumbuhkan budaya membaca di kalangan anak-anak.

“Di sini memang masih banyak anak yang setelah lulus sekolah langsung memilih menikah. Makanya saya senang sekali teman-teman KKN datang membawa program literasi seperti ini. Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan literasi dari teman-teman KKN ini, mereka jadi lebih suka membaca dan semakin termotivasi untuk melanjutkan pendidikan,” ujar beliau (31/7).

Sementara itu, Mahasiswa KKN Desa Sapit 2 berharap kegiatan literasi yang dilaksanakan selama masa pengabdian tidak hanya menjadi program sementara, tetapi juga dapat memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat. Ke depan, kegiatan literasi diharapkan terus berlanjut sehingga budaya membaca dapat tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari anak-anak di Desa Sapit. Melalui kolaborasi antara mahasiswa, Relawan Literasi Masyarakat (Relima), dan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, program ini diharapkan dapat mendukung terwujudnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan budaya literasi serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui sinergi berbagai pihak dalam membangun pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.

Related Articles

Back to top button