
Oleh : Dimas Agung Wicaksono (Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Teknologi Sumbawa)
SUMBAWA, Fokus NTB – Ribuan jamaah memadati Masjid Agung Nurul Huda, Kabupaten Sumbawa, Sabtu (11/7/2026), dalam Tabligh Akbar yang menghadirkan Ustadz Dr. H. Adi Hidayat, Lc., M.A. Kegiatan tersebut menjadi puncak peringatan satu dasawarsa atau 10 tahun berdirinya Pesantren Modern Internasional (PMI) Dea Malela.
Peringatan ini menjadi momentum refleksi atas perjalanan PMI Dea Malela sejak didirikan pada 18 Juni 2016. Selama satu dekade, pesantren tersebut dinilai telah memberikan kontribusi nyata dalam mencetak generasi muda yang unggul secara akademik sekaligus berkarakter islami.Acara dihadiri Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mohamad Ansori, Pengasuh PMI Dea Malela Prof. Dr. KH. Din Syamsuddin, unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ribuan jamaah yang datang dari berbagai daerah.
Dalam sambutannya, Bupati Sumbawa H. Syarafuddin Jarot mengapresiasi kiprah PMI Dea Malela yang selama ini konsisten membangun sumber daya manusia berkualitas melalui pendidikan berbasis nilai-nilai Islam.Menurutnya, peradaban besar tidak dibangun semata-mata melalui infrastruktur, tetapi melalui manusia yang memiliki akhlak mulia dan kedekatan kepada Allah SWT.”Peradaban besar tidak lahir dari bangunan semata, melainkan dari manusia yang berakhlak dan memiliki kedekatan dengan Allah SWT. Kehadiran pesantren ini adalah keistimewaan bagi masyarakat Kabupaten Sumbawa,” ujarnya.
Jarot juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam memperkuat pembangunan karakter masyarakat melalui berbagai program, di antaranya gerakan salat Subuh berjamaah, zakat profesi bagi ASN, serta program Sumbawa Hijau Lestari yang mendorong penanaman pohon sebagai bentuk sedekah jariyah sekaligus pelestarian lingkungan.Sementara itu, Pengasuh PMI Dea Malela, Prof. Dr. KH. Din Syamsuddin, menyampaikan rasa syukur atas perkembangan pesantren yang kini telah menjadi salah satu lembaga pendidikan Islam bertaraf internasional.
Ia mengungkapkan bahwa santri PMI Dea Malela kini berasal dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua, bahkan dari sejumlah negara seperti Kamboja, Taiwan, Filipina, Pakistan, Rusia, dan dalam waktu dekat akan menyambut santri dari Afghanistan.Din Syamsuddin juga menyampaikan kebanggaannya karena banyak alumni PMI Dea Malela berhasil melanjutkan pendidikan ke berbagai perguruan tinggi di Rusia, Amerika Serikat, Turki, Malaysia, Tiongkok, Kazakhstan, Arab Saudi, hingga Mesir.”Ini merupakan ikhtiar nyata dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, tidak hanya untuk Sumbawa tetapi juga bagi dunia Islam,” katanya.
Puncak kegiatan diisi tausiyah oleh Ustadz Dr. H. Adi Hidayat. Dalam ceramahnya, ia mengapresiasi kekompakan Pemerintah Kabupaten Sumbawa bersama masyarakat yang terus menghidupkan tradisi salat Subuh berjamaah di Masjid Agung Nurul Huda.
Mengangkat tema tentang hakikat manusia sebagai khalifah di muka bumi, Ustadz Adi Hidayat mengajak umat Islam untuk menjadikan setiap aktivitas sebagai bentuk kemanfaatan bagi sesama.”Hidup adalah amanah untuk memberi manfaat sebanyak-banyaknya. Islam mengajarkan berbicara yang bermanfaat, mendengar yang bermanfaat, dan melangkah ke tempat yang bermanfaat. Itulah kunci sukses dan kebahagiaan sebagai khalifah,” pesannya.
Suasana tabligh akbar berlangsung khidmat. Ribuan jamaah mengikuti rangkaian acara hingga selesai dan memadati area dalam maupun halaman Masjid Agung Nurul Huda.Peringatan 10 tahun PMI Dea Malela menjadi penegas kiprah pesantren tersebut sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya berfokus pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter, akhlak, dan kepemimpinan generasi muda. Keberhasilan para alumninya menembus berbagai perguruan tinggi dunia menjadi salah satu bukti kontribusi nyata PMI Dea Malela dalam mencetak generasi berdaya saing global tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.



